NZD/USD Kembali ke 0,6200 meski Prakiraan NZIER Suram, Powell The Fed Diawasi

  • NZD/USD mengambil tawaran beli sehingga menghentikan tren naik dua hari, mengincar kenaikan harian terbesar dalam sepekan.
  • Prakiraan NZIER yang menyoroti inflasi, suku bunga sebagai hambatan utama bagi perekonomian.
  • Penurunan angka Covid dari Tiongkok, bantuan untuk pasar real-estate yang sakit mendukung sentimen.
  • Keyakinan Konsumen CB AS dan Izin Mendirikan Bangunan Selandia Baru dapat menghibur para pedagang dalam perdagangan harian.

NZD/USD menghentikan tren turun dua hari karena mencetak kenaikan dalam perdagangan harian sebesar 0,75% di sekitar 0,6205 selama Selasa pagi di Eropa. Dengan demikian, pasangan Kiwi ini tidak begitu memperhatikan prakiraan ekonomi suram dari Institut Penelitian Ekonomi Selandia Baru (NZIER) di tengah optimisme yang hati-hati di pasar.

NZIER merilis prakiraan ekonomi triwulanannya pada hari sebelumnya dan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga dan inflasi tinggi di seluruh dunia menimbulkan ancaman bagi pemulihan ekonomi Selandia Baru selama beberapa tahun mendatang. Pembaruan ekonomi juga menyampaikan ekspektasi hawkish dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dan meredupkan dampak negatif dari pengumuman tersebut.

Baca juga: NZIER: Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga tetap Menjadi Hambatan Utama bagi Perekonomian

Di tempat lain, penurunan jumlah harian penularan Covid di Tiongkok dari level tertinggi sepanjang masa di 40.347, menjadi 38.645, tampaknya telah memicu optimisme yang hati-hati. Pada baris yang sama bisa jadi adalah rally dalam saham realitas Tiongkok karena regulator sekuritas nasional mencabut larangan pembiayaan kembali ekuitas untuk perusahaan-perusahaan properti yang terdaftar, menurut Reuters. "Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok (China Securities Regulatory Commission/CSRC) mengatakan pada hari Senin malam bahwa pihaknya akan memperluas saluran pembiayaan ekuitas, termasuk penempatan saham swasta untuk Tiongkok dan pengembang Tiongkok yang terdaftar di Hong Kong, mencabut larangan yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun," demikian berita tersebut.

sebaliknya, komentar-komentar hawkish dari para pejabat Federal Reserve AS (The Fed) tampaknya menantang para penjual NZD/USD menjelang acara utama, yaitu pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada hari Rabu, yang pertama sejak pertemuan The Fed pada bulan November.

Jika kita melihat pidato The Fed terbaru, Presiden Richmond Federal Reserve Bank Thomas Barkin baru-baru ini menyebutkan bahwa dia mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil ke depan karena bank sentral bergerak untuk menurunkan inflasi yang terlalu tinggi. Sebelumnya, Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester menandai perlunya melihat beberapa laporan inflasi yang lebih baik dan lebih banyak tanda-tanda moderasi untuk mendukung jeda kenaikan suku bunga. President The Fed St. Louis, James "Jim" Bullard menyatakan bahwa situasinya membutuhkan suku bunga yang jauh lebih tinggi daripada yang biasa kita lakukan. Lebih lanjut, Presiden Federal Reserve Bank New York John Williams mengatakan bahwa dia yakin The Fed perlu menaikkan suku bunga ke tingkat yang cukup ketat untuk menekan inflasi dan mempertahankannya di sana sepanjang tahun depan. Selain itu, Wakil Ketua The Fed Lael Brainard menganjurkan kebijakan moneter yang lebih ketat sambil mengutip alasan manajemen risiko.

Dengan latar belakang ini, saham berjangka AS dan ekuitas di kawasan Asia-Pasifik mencetak kenaikan tipis meskipun indeks kinerja Wall Street suram. Lebih lanjut, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS tetap tertekan di dekat 3,69% pada saat berita ini ditulis dan membebani Dolar AS di tengah sentimen risk-on.

Ke depan, katalis-katalis risiko akan menjadi penting untuk petunjuk arah langsung menjelang Keyakinan Konsumen Dewan Konfederasi (Confederation Board’s/CB) AS untuk bulan November. Namun, perhatian utama akan tertuju kepada Powell The Fed dan kemudian laporan lapangan pekerjaan AS hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk arah yang jelas.

Analisis Teknis

Pemulihan NZD/USD tetap ambigu kecuali jika tetap nyaman di atas DMA 200 dan menyentuh kembali level tertinggi bulanan, masing-masing di dekat 0,6241 dan 0,6290 pada saat berita ini ditulis.

 

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Pulih dengan Kuat karena Marsekal Tiongkok Batasi Kerusuhan, PDB AS dalam Fokus

Harga emas (XAU/USD) telah melanjutkan pemulihannya di atas rintangan terdekat $1.750,00 di sesi Asia. Aksi beli responsif di sekitar support penting
Devamını oku Previous

Langkah BOJ Selanjutnya akan Melepas Kebijakan Longgar, Kata 92% Ekonom – Jajak Pendapat Reuters

Langkah kebijakan Bank of Japan (BOJ) berikutnya akan melepas, bukannya memperkuat, pelonggaran moneter besar-besaran, menurut lebih dari 90% ekonom y
Devamını oku Next