USD/CNH Anjlok di Bawah 6,8500 karena IMP Tiongkok yang Lebih Kuat Jelang Data Inflasi Favorit The Fed

  • USD/CNH turun ke level terendah baru satu minggu, turun untuk hari kedua berturut-turut, karena data aktivitas Tiongkok yang optimis untuk bulan Maret.
  • IMP Manufaktur NBS Tiongkok naik lebih dari yang diharapkan sementara IMP Non-Manufaktur melewati angka sebelumnya.
  • Meredanya bias hawkish untuk langkah The Fed selanjutnya, sentimen risk-on bergabung dengan data AS yang beragam untuk menenggelamkan harga USD/CNH.
  • Indeks Harga PCE Inti AS dan beberapa katalis risiko menantikan petunjuk arah yang jelas.

USD/CNH memperbarui level terendah mingguan di dekat 6,8440 pada awal hari Jumat, turun untuk hari kedua berturut-turut di tengah pelemahan Dolar AS yang luas dan data Tiongkok yang optimis.

Meskipun demikian, IMP Manufaktur NBS Tiongkok naik ke 51,9 dibandingkan 51,5 yang diharapkan dan 52,6 sebelumnya, sementara IMP Non-Manufaktur melonjak ke 58,2 dari 56,3 sebelumnya. Sejalan dengan hal tersebut, ada juga sejumlah komentar dari Perdana Menteri RRT Li Qiang yang mengatakan bahwa situasi ekonomi di bulan Maret lebih baik daripada bulan Januari dan Februari.

Terlepas dari data yang optimis dari pengguna komoditas terbesar, serta konsumen utama, USD/CNH juga menanggung beban dari sentimen risk-on dan surutnya pertaruhan hawkish The Fed, tidak lupa data AS yang beragam.

Perlu dicatat bahwa Ketua Federal Reserve Jerome Powell bergabung dengan tiga Pejabat The Fed lainnya untuk mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut pada hari Kamis, dengan alasan perlunya menundukkan masalah inflasi. Namun, data AS yang beragam menimbulkan keraguan terhdap retorika hawkish para pengambil kebijakan The Fed dan lebih terkonsentrasi pada penolakan mereka terhadap masalah krisis perbankan yang membebani Dolar AS, serta taruhan The Fed.

Sementara menggambarkan taruhan pasar, FedWatch Tool CME menunjukkan peluang hampir 50% untuk kenaikan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan The Fed bulan Mei, dibandingkan 60% pada hari sebelumnya.

Berbicara mengenai data AS, pembacaan akhir Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat (Q4) AS, juga dikenal sebagai PDB Riil, menandai angka pertumbuhan tahunan sebesar 2,6% versus 2,7% prakiraan sebelumnya. Perlu dicatat bahwa Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Q4 sesuai dengan 3,7% prakiraan QoQ dan sebelumnya, sementara angka PCE Inti tumbuh ke 4,4% QoQ versus 4,3% prakiraan dan sebelumnya. Selanjutnya, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Mingguan naik ke 198 Ribu untuk minggu yang berakhir pada tanggal 25 Maret versus 191 Ribu sebelumnya dan 196 Ribu prakiraan pasar.

Selanjutnya, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), yaitu Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE) AS untuk bulan Februari, akan sangat penting untuk mendapatkan petunjuk arah yang jelas karena pasar mengantisipasi inflasi yang lebih lembut untuk membebani taruhan The Fed yang hawkish.

Baca juga: Pratinjau Inflasi PCE AS Februari: Kabar Buruk bagi Dolar, Kabar Baik bagi The Fed

Analisis Teknikal

Kegagalan untuk melewati rintangan 100-DMA di sekitar 6,9140 mengarahkan para penjual USD/CNH menuju garis support yang cenderung ke atas sejak awal Februari, di dekat 6,8280 pada saat berita ini ditulis.

 

PM Australia Albanese: Akan Menyambut Baik Kenaikan Upah Minimum yang Sesuai dengan Inflasi

Dalam sebuah wawancara dengan Radio ABC, Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengatakan pada hari Jumat, ia akan menyambut baik kenaikan u
Leia mais Previous

S&P 500 Futures Perbarui Tertinggi Tiga Minggu, Imbal Hasil Turun Jelang Inflasi AS dan Uni Eropa

Sentimen pasar tetap kuat karena para pedagang memamerkan kekuatan untuk hari Jumat yang pentin ini, yang terdiri dari petunjuk inflasi utama dari Zon
Leia mais Next