Dolar AS Tetap Stabil karena Kekhawatiran Terhadap Inflasi Energi Muncul Kembali Setelah Kejutan dari OPEC
- Dolar AS tetap tangguh melawan para pesaingnya di awal minggu baru.
- Bias bullish EUR/USD tetap utuh karena pasangan mata uang ini bertahan di atas area support utama.
- Survei IMP Manufaktur ISM diprakirakan akan mengungkapkan kenaikan dalam inflasi input.
Menyusul pemulihan yang disaksikan pada hari Jumat, Dolar AS (USD) memulai pekan baru dengan catatan bullish dan Indeks Dolar AS pulih menuju 103,00 selama jam-jam perdagangan Asia. Pelaku pasar menilai kembali prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS di tengah pembaruan kekhawatiran terhadap inflasi energi tinggi yang membuat keadaan tidak nyaman. Survei IMP Manufaktur ISM dapat memengaruhi valuasi USD pada paruh kedua hari Senin.
Penggerak Pasar Harian: Dolar AS Bereaksi Terhadap Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
- FedWatch Tool CME Group menunjukkan bahwa pasar memprakirakan kemungkinan lebih dari 60% The Fed menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin (bp) pada bulan Mei.
- Pada hari Minggu, Arab Saudi mengumumkan bahwa beberapa produsen di OPEC+ akan berpartisipasi dalam pengurangan produksi sukarela dari Mei hingga akhir tahun. Total output grup akan berkurang lebih dari 1 juta barel per hari pada periode tersebut.
- West Texas Intermediate (WTI) dibuka dengan gap bullish yang besar dan menyentuh level tertinggi sejak akhir Januari di atas $82.
- Survei IMP Manufaktur ISM diprakirakan menunjukkan kontraksi berkelanjutan dalam aktivitas bisnis sektor manufaktur Amerika Serikat (AS) pada bulan Maret.
- Indeks Harga yang Dibayar dalam survei IMP diprakirakan 53,8 di Maret dari 51,3 di Februari.
- Pratinjau survei ISM, "jika angka utama mengalahkan estimasi, Dolar AS akan naik dan saham akan turun karena investor akan menilai peluang lebih tinggi terhadap kenaikan suku bunga di bulan Mei," kata Analis FXStreet Yohay Elam. “Namun, pergerakan seperti itu akan berumur pendek. Bahkan jika The Fed akan menaikkan biaya pinjaman bulan depan, itu mungkin akan menjadi yang terakhir."
- Presiden Fed NY John Williams menegaskan kembali pada hari Jumat bahwa keputusan kebijakan The Fed akan didorong oleh data yang masuk dan kemajuan dalam mandat ketenagakerjaan dan stabilitas harga.
- Di pekan ini, survei IMP Jasa ISM, data ketenagakerjaan sektor swasta ADP, dan laporan tenaga kerja Maret dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS dapat memengaruhi penilaian USD.
Analisis Teknis: Dolar AS Kesulitan Mengumpulkan Kekuatan Melawan Euro
Meskipun penurunan moderat terlihat di awal pekan, EUR/USD tetap bullish dalam waktu dekat. Indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian tetap di dekat 60 dan pasangan mata uang ini bertahan dengan nyaman di atas SMA 20-hari dan SMA 50-hari, yang akan membuat persilangan bullish.
Di sisi atas, EUR/USD menghadapi resistance pertama di 1,0900 (level psikologis, level statis). Jika pasangan mata uang ini berhasil naik di atas level tersebut dan mengonfirmasinya sebagai support, pasangan mata uang ini dapat melanjutkan tren naik menuju 1,1000 (titik akhir dari tren naik terbaru) dan 1,1035 (tertinggi multi-bulan yang diraih pada awal Februari).
Pullback terbaru EUR/USD mengonfirmasi 1,0800 (level psikologis, level statis) sebagai support. Penutupan harian di bawah level tersebut dapat membuka kemungkinan penurunan lebih lanjut menuju 1,0730 dan area 1,0650/60, di mana SMA 100-hari dan retracement Fibonacci 23,6% dari garis tren naik terbaru.
Bagaimana Kebijakan The Fed Memengaruhi Dolar AS?
Federal Reserve AS (The Fed) memiliki dua mandat: lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. The Fed menggunakan suku bunga sebagai alat utama untuk mencapai tujuannya tetapi harus menemukan keseimbangan yang tepat. Jika The Fed mengkhawatirkan inflasi, ia memperketat kebijakannya dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong tabungan. Dalam skenario itu, Dolar AS (USD) kemungkinan besar akan memperkuat nilainya karena berkurangnya jumlah uang beredar. Di sisi lain, The Fed dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakannya melalui penurunan suku bunga jika khawatir dengan meningkatnya tingkat pengangguran akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mengarah ke pertumbuhan investasi dan memungkinkan perusahaan-perusahaan mempekerjakan lebih banyak orang. Dalam skenario ini, USD diprakirakan akan kehilangan nilainya.
The Fed juga menggunakan pengetatan kuantitatif/quantitative tightening (QT) atau pelonggaran kuantitatif/quantitative easing (QE) untuk menyesuaikan besaran neraca dan mengarahkan ekonomi ke arah yang diinginkan. QE mengacu pada The Fed membeli aset, seperti obligasi pemerintah, di pasar terbuka untuk memacu pertumbuhan dan QT justru sebaliknya. QE secara luas dilihat sebagai tindakan kebijakan bank sentral yang negatif untuk USD dan sebaliknya.