GBP/USD Bertujuan Menggeser Perdagangan di Atas 1,2500 saat Indeks USD Incar Lebih Banyak Penurunan
- GBP/USD mengumpulkan kekuatan untuk menggeser perdagangan di atas $1,2500 di tengah sell-off Indeks USD.
- The Fed mungkin mengambil sikap stabil pada panduan suku bunga untuk menghilangkan kekhawatiran perlambatan ekonomi AS.
- Diprakirakan ada pengetatan kuantitatif lebih lanjut dari BoE karena inflasi Inggris tertahan di wilayah dua digit.
Pasangan GBP/USD telah merebut kembali resistance psikologis 1,2500 di sesi Asia. Cable telah menunjukkan pergerakan ke atas yang luar biasa di tengah pelemahan dalam Indeks Dolar AS (DXY). Indeks USD telah meraih terendah baru mingguan di 101,20 dan penurunan lebih lanjut tampak akan terjadi karena investor mengantisipasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengakhiri program pengetatan kuantitatifnya setelah kenaikan suku bunga 25 basis poin (bp) di bulan Mei.
S&P500 futures menunjukkan penurunan marjinal di sesi Asia setelah hari Senin yang cukup positif, menggambarkan penurunan selera risiko investor. Minggu ini, keranjang saham 500-AS diprakirakan menunjukkan volatilitas tipis karena perusahaan-perusahaan teknologi besar akan melaporkan hasil kuartal pertama CY2023. Meta Platforms, Google, dan Microsoft akan menyajikan panduan kinerja dan pendapatan kuartalan mereka, yang akan membuat investor tetap gelisah.
Dampak dari Indeks USD yang terpukul juga dapat dilihat pada imbal hasil obligasi Pemerintah AS. Return yang ditawarkan pada obligasi Pemerintah AS 10-tahun telah turun mendekati 3,48%.
Minggu ini, Indeks USD diprakirakan akan tetap beraksi menjelang data pendahuluan Produk Domestik Bruto (PDB), yang dijadwalkan pada hari Kamis. PDB Tahunan (kuartal pertama) diprakirakan turun ke 2,0% dibandingkan rilis sebelumnya 2,6%. Penurunan angka PDB akan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Hal ini juga dapat memaksa The Fed untuk mengambil sikap stabil pada panduan suku bunga.
Di sisi Inggris, peluang untuk kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang hawkish meningkat karena inflasi Inggris tampak kaku dengan angka dua digit di tengah kekurangan tenaga kerja dan inflasi makanan yang melonjak. Inflasi makanan Inggris telah melonjak ke tertinggi 45-tahun di 19,1% dan belum menunjukkan bukti penurunan. Gubernur BoE Andrew Bailey mungkin akan menaikkan suku bunga lebih lanjut sebesar 25 bp menjadi 4,5%.