GBP/USD Menggantung Dekat Terendah Multi-Bulan, Tampak Rentan di Bawah 1,2400 Jelang IMP Inggris/AS

  • GBP/USD tetap defensif dan ditekan oleh berbagai faktor.
  • Prospek The Fed yang hawkish dan nada risiko yang lebih lemah mendukung safe-haven USD.
  • Jeda yang mengejutkan dari BoE terus membebani GBP dan mendukung pedagang bearish.

Pasangan GBP/USD kesulitan memanfaatkan pemantulan moderat hari sebelumnya dari area 1,2230 atau terendah hampir enam bulan dan berosilasi dalam kisaran perdagangan sempit selama sesi Asia pada hari Jumat. Harga spot masih di bawah angka bulat 1,2300 dan tampaknya rentan melanjutkan tren menurun yang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Dolar AS (USD) bertahan stabil tepat di bawah level tertinggi sejak bulan Juni yang dicapai pada hari Kamis dan terus mendapat dukungan dari prospek hawkish Federal Reserve (The Fed), yang, pada gilirannya, dipandang bertindak sebagai penghambat bagi pasangan GBP/USD. The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah di tertinggi 22-tahun, di antara kisaran 5,25%-5,50%, seperti yang diprakirakan secara luas, meskipun mengisyaratkan kemungkinan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini setelah inflasi yang persisten.

Selain itu, 'dot-lot' mengindikasikan bahwa para pembuat kebijakan melihat suku bunga acuan di 5,1% tahun depan, mengindikasikan hanya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024 dibandingkan dengan empat kali penurunan suku bunga yang diproyeksikan sebelumnya. Ini, bersama dengan penurunan tak terduga dalam Klaim Pengangguran Mingguan AS, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua-tahun yang sensitif terhadap suku bunga ke tertinggi baru 17-tahun. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik ke level tertinggi sejak November 2007 dan menopang Greenback.

Sementara itu, peningkatan tajam dalam imbal hasil obligasi Pemerintah AS memicu kekhawatiran terhadap hambatan-hambatan ekonomi yang berasal dari kenaikan pesat biaya pinjaman dan mengurangi selera investor terhadap aset-aset berisiko. Hal ini menyebabkan penurunan lebih lanjut di pasar ekuitas, yang dipandang sebagai faktor lain yang mendukung safe-haven Dolar AS dan memberikan tekanan pada pasangan GBP/USD. Pound Inggris semakin terbebani oleh jeda yang mengejutkan dari Bank of England (BoE) pada hari Kamis.

Faktanya, bank sentral Inggris memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil di 5,25%, bertentangan dengan ekspektasi kenaikan 25 bp menjadi 5,50% setelah perlambatan inflasi baru-baru ini, yang merupakan tanda bahwa pasar tenaga kerja Inggris sedang mendingin dan bangkit kembali dari ketakutan resesi. Kendati demikian, ini merupakan pertama kalinya sejak Desember 2021 BoE tidak menaikkan suku bunga dan juga menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi periode Juli-September ke hanya 0,1% dari proyeksi sebelumnya 0,4%.

Latar belakang fundamental yang disebutkan di atas tampaknya cenderung mendukung pedagang bearish dan mengindikasikan bahwa jalur yang paling mudah untuk pasangan GBP/USD setidaknya adalah ke bawah. Oleh karena itu, upaya pemulihan apa pun dapat dilihat sebagai peluang jual dan tetap terbatas. Pedagang sekarang menantikan rilis data IMP pendahuluan dari Inggris dan AS untuk mencari beberapa dorongan signifikan pada hari perdagangan terakhir minggu ini. Sementara itu, harga spot tampaknya akan berakhir di zona merah untuk minggu ketiga berturut-turut.

 

IMP Jasa Jibun Bank Jepang September: 53.3 versus Sebelumnya 54.3

IMP Jasa Jibun Bank Jepang September: 53.3 versus Sebelumnya 54.3
Baca lagi Previous

NZD/USD Menarik Penjual di Atas 0,5900, Fokus pada Data IMP AS

Pasangan NZD/USD kehilangan daya tarik setelah mengalami penolakan di 0,5940 selama awal sesi Asia pada hari Jumat. Pasangan mata uang tersebut saat i
Baca lagi Next