WTI Tidak Membuat Kemajuan Dekat $91,00 Dengan Bias Negatif, Menantikan PCE Inti AS
- Harga minyak mentah kesulitan untuk memangkas penurunan baru-baru ini menjelang PCE Inti AS.
- Rusia akan mempertahankan larangan ekspor minyak bumi sampai pasar dalam negeri stabil.
- Dolar AS melemah karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS suram.
Harga minyak mentah kesulitan untuk pulih dari penurunan baru-baru ini karena kehati-hatian pasar terhadap arah suku bunga The Fed, yang berdampak pada aktivitas ekonomi. Biaya bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat memengaruhi permintaan minyak mentah.
Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS diperdagangkan di sekitar $90,90 per barel selama awal sesi Eropa pada hari Jumat.
American Petroleum Institute (API) melaporkan pada hari Rabu bahwa persediaan minyak mentah AS naik 1,586 juta barel untuk pekan yang berakhir 22 September, berayun dari penurunan sebelumnya 5,250 juta barel.
Data Perubahan Persediaan Minyak Mentah EIA pada pekan yang berakhir 22 September menunjukkan bahwa persediaan turun 2,170 juta barel dibandingkan dengan penurunan 2,135 juta barel yang terlihat pada minggu sebelumnya. Pasar sebelumnya memprakirakan stok minyak turun jauh lebih rendah yaitu 0,32 juta barel.
Harga minyak mentah mengalami lonjakan signifikan selama seminggu, mencapai level-level yang melampaui tertinggi satu tahun. Pergerakan ke atas ini disebabkan oleh tanda-tanda pengetatan pasokan global oleh Arab Saudi dan Rusia.
Rusia telah mengumumkan bahwa larangan ekspor minyak bumi akan dipertahankan sampai pasar domestik stabil. Apalagi, belum ada diskusi dengan OPEC+ mengenai potensi peningkatan pasokan untuk mengimbangi larangan ekspor ini.
Selain itu, rasa optimisme terhadap pemulihan ekonomi di Tiongkok, importir minyak terbesar di dunia, dapat mendukung permintaan emas hitam.
Indeks Dolar AS (DXY) terus melemah, diperdagangkan melemah di sekitar 105,80. Volatilitas imbal hasil AS dapat memengaruhi Greenback. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun berada di 4,54%.
Produk Domestik Bruto (PDB) AS tetap konsisten di 2,1% seperti yang diprakirakan. Klaim Pengangguran Awal untuk pekan yang berakhir pada 22 September, naik ke 204 ribu dari sebelumnya 202 ribu, lebih kecil dari prakiraan 215 ribu.
Penjualan Rumah Tertunda AS menunjukkan penurunan 7,1%, melebihi ekspektasi turun 0,8%, berayun dari kenaikan sebelumnya 0,9%.
Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee telah menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Federal Reserve (The Fed) untuk mengembalikan inflasi ke targetnya. Goolsbee juga menyoroti peluang unik untuk mencapai targetnya tanpa resesi, dengan menekankan komitmen The Fed untuk mengelola inflasi sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mencatat bahwa data inflasi baru-baru ini positif namun memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi arah kebijakan moneter di masa depan.
Pedagang menunggu rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) Inti AS, pengukur inflasi konsumen yang disukai The Fed, yang dijadwalkan pada hari Jumat. Antisipasi penurunan tingat tahunan dari 4,2% ke 3,9% akan diawasi dengan ketat oleh para pelaku pasar karena potensi dampaknya terhadap Dolar AS.