Pound Sterling Pulih Dengan Cepat Karena Selera Risiko Investor Membaik
- Pound Sterling menemukan minat beli sementara risiko resesi Inggris tetap ada.
- IMP Manufaktur Inggris diprakirakan mengalami kontraksi untuk ke-14 kali berturut-turut.
- Permintaan real estat di Inggris meningkat karena rumah tangga tidak lagi melihat kenaikan suku bunga hipotek.
Pound Sterling (GBP) menemukan minat beli yang luar biasa karena investor mencerna risiko positif resesi di Inggris. Pasangan GBP/USD mengalami rebound yang signifikan karena pelaku pasar mulai mengakui bahwa perekonomian Inggris tidak memiliki pilihan lain selain beroperasi dengan suku bunga yang lebih tinggi oleh Bank of England (BoE) karena lingkungan inflasi yang panas. Penguatan Pound Sterling juga datang dari koreksi Dolar AS.
Setelah kontraksi selama 13 bulan berturut-turut, IMP Manufaktur Inggris diprakirakan akan terus mengalami penurunan karena BoE cukup jelas dalam mempertahankan suku bunga lebih tinggi cukup lama agar inflasi turun ke 2%.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Memanfaatkan Koreksi Bertahap Dolar AS
- Pound Sterling melanjutkan pemulihan hingga mendekati 1,2220, didukung oleh koreksi bertahap Dolar AS karena tema penghindaran risiko kehilangan ketahanannya.
- Pasangan GBP/USD pulih setelah mencetak terendah baru enam bulan di dekat 1,2100 karena investor mencerna potensi risiko resesi Inggris.
- Perekonomian Inggris terekspos risiko resesi karena kondisi pasar tenaga kerja melemah setelah perusahaan-perusahaan menjadi pesimistis terhadap permintaan.
- Sektor manufaktur dan jasa Inggris menghadapi dampak kenaikan suku bunga Bank of England (BoE). Setelah IMP Manufaktur suram, IMP Jasa juga masuk ke fase kontraksi karena rumah tangga kesulitan menanggung beban inflasi yang tinggi.
- Kekuatan Pound Sterling juga datang dari meningkatnya pertanyaan mengenai real estat karena pembeli rumah berpikir BoE sudah selesai menaikkan suku bunga. Situs properti Inggris Zoopla mengatakan volume permintaan rumah baru meningkat 12% selama empat minggu terakhir.
- Lloyd Bank Business Barometer melaporkan pada hari Kamis bahwa keyakinan bisnis Inggris turun ke 36% pada bulan September dari angka bulan Agustus 41%, yang merupakan tertinggi 18 bulan.
- Hann-Ju Ho, ekonom senior di Lloyds Bank Commercial Banking, mengklarifikasi bahwa survei dilakukan sebelum keputusan suku bunga BoE tidak berubah, yang seharusnya meningkatkan keyakinan di kalangan para pengusaha. Namun, ia memperingatkan bahwa kondisi perekonomian masih tidak menentu karena inflasi dan tekanan suku bunga masih berperan. Keputusan bank sentral baru-baru ini kemungkinan akan membantu dunia usaha merasa lebih optimis terhadap masa depan.
- Sementara itu, Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan angka final Produk Domestik Bruto (PDB) riil pada hari Jumat pukul 06:00 GMT (13:00 WIB). PDB riil tetap sejalan dengan estimasi sebelumnya 0,2% dan 0,6% pada basis kuartalan dan tahunan.
- Minggu depan, investor akan fokus pada laporan IMP Manufaktur S&P Global untuk bulan September. Aktivitas pabrik di Inggris diprakirakan akan terus berada pada jalur kontraksi untuk ke-14 kali berturut-turut. Angka di bawah ambang batas 50,0 dianggap sebagai kontraksi aktivitas ekonomi. Data ekonomi diprakirakan tidak berubah di 44,2.
- Kemampuan investor dalam mengambil risiko meningkat seiring dimulainya kuartal keempat 2023, namun risiko positif pada perlambatan global masih tetap ada.
- Dolar AS turun dari tertinggi 10 bulan menjelang pengukur inflasi yang disukai Federal Reserve (The Fed). Menurut estimasi, indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti bulanan diprakirakan akan mempertahankan laju stabil 0,2%. Data tahunan diprakirakan melambat ke 3,9% dibandingkan angka Juli 4,2%.
- Sementara itu, kondisi pasar tenaga kerja AS membaik karena Klaim Pengangguran mingguan AS untuk pekan yang berakhir 22 September lebih baik dari ekspektasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa individu yang mengklaim klaim pengangguran untuk pertama kalinya naik 2 ribu menjadi 204 ribu dari rilis minggu sebelumnya namun tetap lebih rendah dari ekspektasi 215 ribu.
Analisis Teknis: Pound Sterling Pulih Dengan Kuat ke Dekat 1,2220
Pound Sterling melonjak mendekati 1,2220 setelah penembusan pola grafik Bearish Wedge yang terbentuk dalam grafik waktu yang lebih kecil. Pasangan GBP/USD pulih dengan kuat dan diprakirakan akan bergerak mendekati resistance angka bulat di 1,2300. Pemulihan stabil Cable didorong oleh momentum osilator yang oversold. Namun, tren yang lebih luas masih bearish karena semua Exponential Moving Average (EMA) jangka pendek hingga jangka panjang menurun.