Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menguat di Atas $1.920, PDB Tiongkok Diawasi

  • Harga emas mendapatkan momentum di dekat $1.925 di tengah melemahnya USD.
  • Penjualan Ritel AS untuk bulan September naik 0,7% MoM versus 0,8% sebelumnya, lebih baik dari ekspektasi.
  • Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat meningkatkan aliran safe haven.
  • Para investor akan memantau angka pertumbuhan, Produksi Industri, dan Penjualan Ritel Tiongkok pada hari Rabu.

Harga emas (XAU/USD) bertahan di area positif di sekitar $1,925 selama awal jam perdagangan Asia hari Rabu. Kenaikan logam mulia ini didukung oleh koreksi Dolar AS (USD). Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), sebuah ukuran nilai USD terhadap sekumpulan mata uang asing, turun tipis ke 106,19. Namun, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi dapat membatasi sisi negatif USD.

Pada hari Selasa, Biro Sensus AS melaporkan bahwa Penjualan Ritel AS untuk bulan September naik 0,7% MoM, di atas konsensus pasar sebesar 0,3%. Penjualan Ritel Kelompok Kontrol tumbuh 0,6% MoM versus 0,2% sebelumnya. Data tersebut menunjukkan momentum yang kuat dalam konsumsi. Lebih lanjut, Produksi Industri AS naik 0.3% MoM, lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 0%. Terakhir, Pemanfaatan Kapasitas meningkat ke 79,7, lebih kuat dari estimasi. Merespon data yang optimis tersebut, Greenback menguat tipis namun dampaknya hanya berlangsung singkat.

Presiden Federal Reserve Bank Minneapolis, Neel Kashkari, pada hari Selasa mengatakan bahwa inflasi telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan dan masih terlalu tinggi. Sebelumnya, banyak pejabat The Fed yang mempertahankan sikap dovish mereka. Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bahwa bank sentral seharusnya tidak menciptakan tekanan baru dalam perekonomian dengan meningkatkan biaya pinjaman.

Namun, para pedagang akan mengambil lebih banyak isyarat dari para pembicara The Fed pada hari Rabu, termasuk Waller, Williams, dan Bowman, yang mungkin menawarkan beberapa petunjuk tentang jalur kebijakan moneter lebih lanjut. Pernyataan hawkish dari para pejabat The Fed dapat meningkatkan permintaan USD dan memberikan tekanan pada komoditas berdenominasi Dolar AS, termasuk harga Emas.

Selain itu, ketegangan geopolitik antara Israel-Hamas tetap menjadi fokus. Pada hari Selasa, pihak berwenang di Gaza mengatakan bahwa serangan udara Israel pada hari Selasa menewaskan 500 orang di sebuah rumah sakit di wilayah Palestina, sementara Israel menyatakan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh serangan Palestina, demikian dikutip dari Reuters. Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Hamas dapat meningkatkan permintaan untuk aset safe haven tradisional seperti Emas.

Ke depan, para pelaku pasar akan memantau Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok untuk kuartal ketiga, Produksi Industri, dan Penjualan Ritel yang akan dirilis pada hari Rabu. Data yang suram dapat membebani harga emas lebih rendah karena Tiongkok adalah produsen dan konsumen emas terbesar di dunia. Para trader akan mengambil isyarat dari peristiwa-peristiwa ini dan mencari peluang trading di sekitar harga emas. 

 

Indeks Utama Westpac (Bln/Bln) Australia September Tumbuh Dari Sebelumnya -0.04% Ke 0.1%

Indeks Utama Westpac (Bln/Bln) Australia September Tumbuh Dari Sebelumnya -0.04% Ke 0.1%
อ่านเพิ่มเติม Previous

AUD/USD Hentikan Kenaikan Dua Hari Beruntun, Bertahan di Atas 0,6350 setelah Pidato Bullock RBA

Pasangan AUD/USD menghentikan kenaikan dua hari beruntun selama awal sesi Asia hari Rabu. Pasangan mata uang ini menghadapi beberapa aksi jual lanjuta
อ่านเพิ่มเติม Next