USD/CHF Turun Mendekati 0,8670 karena Penghindaran Risiko Akibat Situasi Timur Tengah

  • USD/CHF melemah karena para investor mengkhawatirkan situasi antara Hamas dan Israel.
  • Franc Swiss menguat karena sentimen risiko muncul akibat serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial.
  • Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyebutkan bahwa berspekulasi mengenai penurunan suku bunga pada tahun 2024 masih terlalu dini.

USD/CHF terus melemah akibat situasi Timur Tengah dan sentimen dovish seputar lintasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS pada tahun 2024. Pasangan USD/CHF diperdagangkan lebih rendah di dekat 0,8670 selama sesi Asia pada hari Selasa.

Situasi antara Israel dan Hamas tampaknya telah meningkat karena kelompok militan Houthi yang dipimpin Iran melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial di dekat Libya. Perusahaan-perusahaan pelayaran besar mempertimbangkan untuk menghindari jalur perairan Terusan Suez. Hal ini mendorong sentimen penghindaran risiko terhadap perdagangan dan pasokan, yang dapat mengarahkan investor ke mata uang safe haven Swiss Franc (CHF).

Namun, Franc Swiss (CHF) menghadapi rintangan ketika Swiss National Bank (SNB) memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk pengumuman suku bunga kedua berturut-turut. Ketua SNB Thomas Jordan mengakui adanya sedikit penurunan dalam tekanan inflasi, dan menekankan tingkat ketidakpastian yang masih tinggi.

Dolar AS (USD) menghadapi tantangan yang berasal dari sentimen yang melemah, terutama dipengaruhi oleh pernyataan dovish Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Selain itu, pernyataan dovish dari beberapa anggota The Fed juga menekan Greenback. Namun, Presiden Federal Reserve (The Fed) Bank of New York, John Williams, menepis spekulasi mengenai potensi penurunan suku bunga pada bulan Maret oleh FOMC.

Selain itu, Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyebutkan bahwa meskipun ada tiga kali penurunan suku bunga tahun depan, The Fed akan mempertahankan sikap yang relatif ketat. Berspekulasi mengenai pertemuan mana yang mungkin akan menjadi saksi pergeseran dalam sikap kebijakan untuk tahun depan masih terlalu dini. Daly menekankan bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung sedang berlangsung, dengan fokus yang lebih dari sekedar mengurangi inflasi menjadi 2%.

Indeks Dolar AS (DXY) mencoba untuk mengoreksi penurunannya baru-baru ini karena imbal hasil obligasi pemerintah AS yang membaik. Imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun dan 10 tahun berada di level yang lebih tinggi, masing-masing di 4,46% dan 3,94%, pada saat berita ini ditulis.

 

Kementerian Keuangan Jepang akan Mengurangi Front-Load Obligasi 20 Tahun – Reuters

Mengutip dua sumber pemerintah, Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa Kementerian Keuangan Jepang sedang mempertimbangkan untuk memajukan rencanan
Baca lagi Previous

Analisis Harga EUR/USD: Tak Bergerak di Sekitar 1,0920 Menjelang Data HICP Zona Euro

EUR/USD mencoba melanjutkan kenaikan untuk 2 sesi berturut-turut, melayang di sekitar 1,0920 selama jam-jam Asia pada hari Selasa. Data Indeks Harga K
Baca lagi Next