Analisis Harga Perak: XAG/USD Terjebak dalam Kisaran Ketat di Sekitar $24,50 Menjelang Inflasi AS

  • Harga perak berkonsolidasi di sekitar $24,50 menjelang rilis data Inflasi AS.
  • IHK inti AS diprakirakan akan melambat sementara inflasi utama mungkin tetap tinggi.
  • Harga perak membutuhkan pemicu baru untuk terobosan yang menentukan di atas $24,60.

Perak (XAG/USD) diperdagangkan dalam kisaran sempit di sekitar $24,50 di sesi Eropa hari Selasa. Logam putih ini telah berjuang untuk menemukan arah sejak sesi perdagangan hari Jumat. Aset ini diprakirakan akan keluar dari tren sideways setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat untuk bulan Februari, yang akan dipublikasikan pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB).

Inflasi umum bulanan diprakirakan naik 0,4% dari 0,3% di bulan Januari. Pada periode yang sama, inflasi inti yang menghilangkan harga-harga makanan dan energi yang bergejolak diantisipasi akan tumbuh pada laju yang lebih lambat yaitu 0,3% dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya yaitu 0,4%. Untuk angka tahunan, para ekonom memprakirakan bahwa IHK utama tetap bertahan di 3,1% dan inflasi inti melambat menjadi 3,7% dari 3,9% di bulan Januari.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan kebijakan bulan Juni akan sangat dipengaruhi setelah rilis data inflasi.

Menjelang data inflasi harga konsumen AS, sentimen pasar cukup bullish. Indeks S&P 500 berjangka telah membukukan kenaikan yang signifikan di sesi London, menggambarkan selera risiko yang lebih tinggi dari para pelaku pasar. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun telah turun menjadi 4,10%. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di dalam kisaran perdagangan hari Senin di sekitar 102,80.

Analisis Teknis perak

Harga perak berbalik sideways setelah menguji resistance horizontal yang diplot dari level tertinggi 22 Desember di $24,60. Tren keseluruhan adalah bullish, namun, sebuah pergerakan koreksi diprakirakan akan terjadi sebelum pergerakan naik yang baru. Kenaikan Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di dekat $23,50 mengindikasikan bahwa permintaan jangka pendek sedang optimis.

Relative Strength Index (RSI) 14 periode berosilasi di kisaran bullish 60,00-80,00, mengindikasikan bahwa momentum bullish telah terpicu.

Grafik Harian Perak

Grafik Harian Perak

 

EUR/JPY Memantul Kembali Mendekati 161,40 Setelah Pernyataan Dovish dari Pejabat Jepang

EUR/JPY naik tipis ke 161,40 selama jam perdagangan Asia di hari Selasa, menghentikan penurunan beruntun selama lima hari. Yen Jepang (JPY) menghadapi tekanan turun menyusul pernyataan yang dibuat oleh Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki, yang menyatakan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi Bank of Japan (BoJ) untuk mengetatkan kebijakan moneter. Dinamika ini mendukung pasangan EUR/JPY.
مزید پڑھیں Previous

Analisis Harga EUR/USD: Prospek Bullish Tetap Bertahan di Atas Angka 1,0900

Pasangan EUR/USD mendapatkan momentum di bawah pertengahan 1,0900-an selama awal jam perdagangan Eropa hari Selasa. Investor menanti data Indeks Harga Konsumen (IHK) Jerman untuk bulan Februari, yang diprakirakan akan tetap stabil di 0,4% MoM dan 2,5% YoY pada bulan Februari. Lebih lanjut, Indeks Harmonisasi Harga Konsumen (HICP) diprakirakan tidak berubah di 0,6% MoM dan 2,7% YoY. Saat berita ini ditulis, EUR/USD diperdagangkan di 1,0937, naik 0,11% pada hari ini.
مزید پڑھیں Next