Penjualan Ritel Indonesia di Bulan Januari Naik ke 1,1% versus 0,2% Sebelumnya

Penjualan Ritel di Indonesia untuk bulan Januari 2024 yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) meningkat ke 1,1% dibandingkan dengan angka sebelumnya di 0,2%. Konsensus memprakirakan peningkatan ke ke 0,8%. Perbaikan ini didorong peningkatan kegiatan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Pemilu 2024, dan persiapan kebutuhan menjelang bulan Ramadan. 

Menurut perincian dalam laporan Survei Penjualan ritel di laman BI, kinerja penjualan ritel apda bulan Januari 2024 ditopang oleh meningkatnya pertumbuhan penjualan pada kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya serta kelompok suku cadang dan aksesori, sementara kelompok peralatan informasi dan komunikasi mengalami perbaikan meski masih terkontraksi.

Secara bulanan, pertumbuhan penjualan ritel mengalami kontraksi 3,5% (MoM), sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah berakhirnya (HBKN) Natal dan tahun baru 2024 serta kondisi cuaca yang kurang baik. Penurunan terutama terjadi pada kelompok barang lainnya subkelompok sandang, peralatan informasi dan komunikasi, serta barang budaya dan rekreasi.

Reaksi Pasar

Setelah rilis data tersebut, USD/IDR diperdagangkan di 15.579, menguat sebesar 0,06% pada saat berita ini ditulis.

 

Analisis Harga GBP/USD: Masih Tertekan di Bawah 1,2800, Potensi Bullish Tampak Masih Utuh

Pasangan GBP/USD melanjutkan perjuangannya untuk mendapatkan daya tarik yang berarti dan melanjutkan pergerakan harga konsolidatif di sekitar angka 1,2800 untuk 2 hari berturut-turut pada hari Kamis. Sementara itu, pengaturannya tampaknya condong ke arah para pedagang bullish dan perlu berhati-hati sebelum memposisikan diri untuk perpanjangan pullback baru-baru ini dari sekitar angka 1,2900, atau level tertinggi sejak Juli 2023 yang disentuh pekan lalu.
Leer más Previous

WTI Terus Naik Mendekati $79,50 di Tengah Penurunan Stok AS dan Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan tren kenaikannya selama dua sesi berturut-turut, naik ke hampir $79,50, naik sekitar 0,30% per barel selama jam perdagangan Asia hari Kamis.
Leer más Next