USD/KRW Runtuh ke 1.325,67 sebagai Respon atas Keputusan Suku Bunga The Fed dan Komentar Powell yang Dovish
- Won Korea Selatan (KRW) menguat ke 1.325,67 melawan Dolar AS (USD).
- Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga dan sejumlah komentar dovish dari Powell menekan USD.
- Data pendahuluan IMP S&P Global, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Penjualan Rumah Bekas akan dicermati.
Siang ini, Won Korea Selatan (KRW) mengikuti iring-iringan pawai penguatan mata uang di wilayah Asia terhadap Dolar AS (USD). USD/KRW terlihat terus melemah ke 1.325,67, turun sebanyak 0,44% dari harga pembukaanya di 1.329,44 hari ini.
Pelemahan pasangan mata uang tersebut terseret oleh Dolar AS yang anjlok karena The Fed tetap menahan suku bunganya di 5,5% seperti yang diharapkan secara luas, dan Ketua The Fed Powell juga menyampaikan pesan dovish dalam konferensi pers yang diadakan setelah pengumuman kebijakan suku bunga. Pembaruan dot plot masih menandakan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini, sama seperti proyeksi pada bulan Desember 2023. Pasar memprakirakan Fed Funds Rate pada akhir tahun 2024 turun sekitar 7-8 basis poin dan USD secara luas melemah.
Korea Selatan akan merilis Indeks Harga Produsen (IHP) bulanan dan tahunan untuk bulan Februari 2024 pada hari Jumat akhir pekan ini. IHP (YoY) diprakirakan akan naik 0,2% dengan angka sebelumnya tercatat di 0,5%. Sementara, pasar mengharapkan IHP (MoM) meningkat 1,5% dari 1,3% pada bulan Januari.
Malam ini di sesi perdagangan Amerika Serikat (AS), para pedagang akan memantau data pendahuluan IMP S&P Global untuk bulan Maret, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan yang berakhir tanggal 15 Maret dan Penjualan Rumah Bekas (Existing Home Sales). Selain itu, Pidato dari Wakil Ketua Pengawasan Dewan Gubernur Sistem The Fed, Michael S. Barr juga layak diperhatikan.