WTI Menguat di Atas Angka $81,00 karena Dolar AS yang Lebih Lemah

  • WTI menguat mendekati 81,00, naik 0,37% pada hari ini.
  • Pemangkasan produksi OPEC+ secara sukarela dan ketegangan geopolitik Timur Tengah dapat mengangkat harga WTI.
  • Pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah di negara-negara besar dapat menyeret harga WTI lebih rendah.

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $81,00 pada hari Senin. Harga WTI naik tipis di tengah melemahnya Dolar AS (USD) dan revisi proyeksi permintaan dari International Energy Agency (IEA).

IEA memprakirakan produksi minyak global yang jauh lebih sedikit untuk sisa tahun 2024 setelah pengumuman bahwa OPEC+ akan melanjutkan pengurangan produksi sukarela yang ada hingga kuartal kedua 2024. Penurunan stok sepanjang 2024 dapat mendorong naik harga WTI. Selain itu, ketidakpastian seputar ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mendorong harga lebih lanjut karena banyak kapal yang mengubah rute untuk menghindari Laut Merah, yang memperpanjang perjalanan dan meningkatkan biaya.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah di negara-negara besar dapat menyebabkan berkurangnya permintaan minyak dan menyeret harga WTI lebih rendah. Para pelaku pasar akan mengawasi Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang disetahunkan untuk kuartal keempat (Q4), yang akan dirilis pada hari Kamis. Angka pertumbuhan PDB tahunan AS diproyeksikan akan tetap stabil di 3,2% pada kuartal keempat.

Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga stabil di 5,25-5,50% untuk 5 pertemuan berturut-turut pekan lalu. The Fed mempertahankan pandangannya untuk titik tengah untuk tahun 2024 dan mengisyaratkan penurunan suku bunga sebanyak tiga seperempat poin tahun ini. Namun, setiap komentar hawkish dan narasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dari bank sentral dapat membatasi kenaikan harga WTI karena hal ini berarti lebih sedikit permintaan untuk minyak dengan biaya yang lebih tinggi.

Level Teknis Minyak AS WTI 

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 81
Perubahan harian hari ini 0.30
Perubahan harian hari ini % 0.37
Pembukaan harian hari ini 80.7
 
Tren
SMA 20 Harian 79.26
SMA 50 Harian 77.08
SMA 100 Harian 75.54
SMA 200 Harian 78.41
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 81.34
Terendah Harian Sebelumnya 80.32
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 83.05
Terendah Mingguan Sebelumnya 80.24
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 79.27
Terendah Bulanan Sebelumnya 71.46
Fibonacci Harian 38,2% 80.71
Fibonacci Harian 61,8% 80.95
Pivot Point Harian S1 80.23
Pivot Point Harian S2 79.76
Pivot Point Harian S3 79.21
Pivot Point Harian R1 81.25
Pivot Point Harian R2 81.81
Pivot Point Harian R3 82.28

 

 

Dolar Australia Memulihkan Pelemahan Baru-baru Ini di Tengah Penguatan CNY dan Pelemahan Dolar AS

Dolar Australia (AUD) memulai minggu ini dengan memulihkan pelemahan yang tercatat di sesi sebelumnya. Pasangan AUD/USD diperdagangkan lebih tinggi pada hari Senin meskipun ada sedikit penurunan dalam Dolar AS (USD) di tengah imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi. Investor diperkirakan akan memantau dengan cermat data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan Australia untuk bulan Februari dan Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat 2023.
Devamını oku Previous

USD/CNY Anjlok ke 7,1963 karena Penguatan Yuan Tiongkok setelah Komentar PM Li di Akhir Pekan

Yuan Tiongkok (CNY) melonjak dan menekan pasangan USD/CNY hingga ke 7,1963 pada pagi hari di perdagangan sesi Asia.
Devamını oku Next