USD/SGD Sideways, Berada di Sekitar 1,3459 setelah Angka Produksi Industri Singapura Kemarin Meningkat
- USD/SGD sideways dalam rentang perdagangan sempit di 1,3473-1,3435, menunggu dorongan lebih lanjut
- Sektor Manufaktur Singapura akan mulai menunjukkan tanda pemulihan saat bank sentral negara-negara maju mulai memangkas suku bunganya
- Dolar AS menahan pelemahannya dan melanjutkan penguatannya pagi ini setelah data AS semalam beragam.
USD/SGD bergerak datar di sekitar 1,3459 pada pagi hari di sesi perdagangan Asia. Pasangan mata uang ini melemah setelah menyentuh level resistance psikologis di 1,3500, dengan tertinggi pada hari Senin lalu mencapai 1,3505. Saat ini, USD/SGD bergerak dalam rentang perdagangan sempit di sekitar 1,3473-1,3435, menunggu dorongan lebih lanjut untuk menentukan arahnya.
Produksi Industri Singapura untuk bulan Februari yang dirilis oleh data Dewan Pembangunan Ekonomi (EDB) kemarin (26/03/2024) mencerminkan peningkatan dalam output pabrik. Angka tahunan tercatat di 3,8% yang meningkat jauh dari 0,6% sebelumnya dan di atas prakiraan 0,5%. Angka bulanan juga menunjukkan peningkatan signifikan ke 14,2% dari -6,7% sebelumnya, mengalahkan konsensus 3,1%.
Peningkatan dalam manufaktur biomedis, elektronik dan bahan kimia menjadi faktor utama kenaikan output pabrik di Singapura.
Ekonom Analitis Moody, Denise Cheok, memprakirakan kelompok elektronik Singapura akan mendapatkan momentum pada pertengahan tahun 2024, seiring dengan meningkatnya permintaan global.
Selain itu, pemangkasan suku bunga di negara-negara maju akan mulai memunculkan tanda-tanda pemulihan secara luas di sektor manufaktur Singapura menjelang pertengahan tahun ini, menurut pendapat ekonom senior UOB Alvin Liew dan ekonom asosiasi Jester Koh.
Dolar AS menahan pelemahannya setelah data semalam yang dirilis di sesi AS beragam. Pesanan Barang Tahan Lama utama di bulan Februari naik dari -6,9% ke 1,4%, di atas prakiraan 1,3%. Keyakinan Konsumen Conference Board AS untuk bulan Maret turun ke 104,7, di bawah ekspektasi 106,7.
Pagi ini di sesi Asia, Indeks Dolar AS (DXY) sedikit menguat lagi ke 104,31, bertahan stabil di atas 104 menjelang rilis data penting AS di akhir pekan ini.
Hari ini, Singapura akan merilis Imbal Hasil Surat Utang Pemerintah bertenor 6 bulan. Di Amerika Serikat, data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) inti bulan Februari yang akan dirilis pada hari Jumat akan menjadi sorotan. Data ini diharapkan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai waktu pemangkasan suku bunga The Fed.