USD/IDR Coba Dekati Level 16.285, Rupiah Masih Bertahan, Pantau FOMC dan NFP AS

  • USD/IDR beringsut naik mendekati level 16.285 di pertengahan sesi Asia pagi ini.
  • Daya tarik bisnis di Indonesia tetap bertahan, meskipun ada ketidakpastian politik.
  • Pergerakan Dolar AS dipengaruhi acara FOMC dan NFP AS pekan ini.

USD/IDR merangkak naik mendekati level 16.285. Pelemahan Dolar AS (USD) di bawah level 106, mendukung Rupiah Indonesia (IDR) untuk bertahan, yang saat ini sedang bergerak di sekitar level 16.273 pada pagi hari di sesi perdagangan Asia. Pasangan mata uang tersebut sejauh ini telah mencapai tertinggi sementara di 16.280.

Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia untuk Kuartal 1, tidak termasuk investasi di sektor perbankan dan minyak & gas telah tumbuh tajam ke 15,5% dari 5,3% pada Kuartal sebelumnya, seperti yang dilaporkan oleh Kementerian Investasi (BKPM) kemarin.

Daya tarik bisnis tetap bertahan, meskipun ada ketidakpastian politik, investasi asing mencatatkan Rp 204,4 Triliun pada proyek yang disetujui pada Kuartal 1 ini. Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menjelaskan, bahwa hal ini karena ada kolaborasi yang baik antar instansi, meski di dalam negeri ada Pemilihan Umum (Pemilu), di mana banyak investor lebih menahan diri sebelum mengucurkan modal. 

Sementara terkait kondisi di Amerika Serikat, menurut Tim analis TD Securities, Ketua Powell kemungkinan akan terdengar lebih berhati-hati dari biasanya, dengan sikap hawkish, pada prospek kebijakan. "Lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama" kemungkinan akan tetap menjadi istilah yang populer untuk saat ini.

Dolar AS masih melemah karena ketidakpastian prospek ekonomi AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, turun ke 105,60.

Pergerakan Dolar AS selanjutnya akan dipengaruhi oleh panduan keputusan kebijakan moneter The Fed. Mengingat PDB kuartal pertama yang kuat dan data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) inti AS untuk bulan Maret yang lebih tinggi dari prakiraan, The Fed kemungkinan memberikan panduan hawkish pada suku bunga.

FedWatch tool CME menunjukkan bahwa Federal Reserve (The Fed) diprakirakan hanya akan melakukan dua penurunan suku bunga pada tahun ini, dengan pemangkasan pertama akan dilakukan pada bulan September.

Level-Level Teknis USD/IDR

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 16268.05
Perubahan harian hari ini 28.4000
Perubahan harian hari ini % 0.17
Pembukaan harian hari ini 16239.65
 
Tren
SMA 20 Harian 16091.6375
SMA 50 Harian 15856.439
SMA 100 Harian 15723.252
SMA 200 Harian 15598.2443
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 16273.85
Terendah Harian Sebelumnya 16190
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 16280
Terendah Mingguan Sebelumnya 16036.5
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 15934.8
Terendah Bulanan Sebelumnya 15396.05
Fibonacci Harian 38,2% 16222.0307
Fibonacci Harian 61,8% 16241.8193
Pivot Point Harian S1 16195.15
Pivot Point Harian S2 16150.65
Pivot Point Harian S3 16111.3
Pivot Point Harian R1 16279
Pivot Point Harian R2 16318.35
Pivot Point Harian R3 16362.85

 


 

AUD/JPY Turun akibat Melemahnya Penjualan Ritel Australia di Tengah data Tiongkok yang Beragam

AUD/JPY melemah pada hari Selasa setelah rilis Penjualan Ritel Australia yang lebih rendah dari perkiraan, sebuah indikator utama yang memiliki korelasi langsung dengan inflasi dan prospek pertumbuhan, dapat berdampak pada sikap hawkish RBA pada lintasan suku bunga. Namun, Dolar Australia (AUD) menguat karena data inflasi domestik yang lebih tinggi dari prakiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Devamını oku Previous

USD/INR Melanjutkan Reli Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Rupee India (INR) melanjutkan penurunannya di hari Selasa di tengah permintaan Dolar AS (USD) dari para importir di akhir bulan. Pada hari Senin, Rupee India melemah ke penurunan terburuknya dalam perdagangan harian selama lebih dari dua pekan terakhir karena pelemahan mata uang utama Asia memberi tekanan jual pada mata uang lokal. Namun, keyakinan dan optimisme yang berkelanjutan pada stabilitas ekonomi India terus mendukung ekuitas India, dan hal ini dapat mengangkat INR dalam waktu dekat.
Devamını oku Next