USD/JPY Diperdagangkan dengan Catatan Lebih Kuat di Atas 155,50, Investor Tunggu Pidato The Fed

  • USD/JPY bertahan positif di dekat 155,80 pada hari Senin, 
  • Bostic dari The Fed mengatakan bahwa ia melihat tanda-tanda pendinginan inflasi, namun ia lebih memilih untuk melihat lebih banyak data sebelum memangkas suku bunga. 
  • Perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang membebani JPY dan menciptakan pendorong bagi pasangan mata uang ini. 

Pasangan USD/JPY diperdagangkan di wilayah positif selama tiga hari perdagangan berturut-turut di sekitar 155,80 selama awal sesi Asia hari Senin. Penurunan pasangan ini didukung oleh data PDB Jepang yang lebih lemah pada kuartal pertama (Q1). Bostic, Barr, Waller, Jefferson, dan Mester dari The Fed akan berbicara pada hari ini. Risalah Rapat FOMC akan dirilis pada hari Rabu. Pada hari Jumat, Indeks Harga Konsumen (IHK) Nasional Jepang akan menjadi sorotan 

Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan pada hari Jumat bahwa ia melihat tanda-tanda pendinginan inflasi dalam laporan IHK baru-baru ini, tetapi ia lebih memilih untuk mengamati data bulan Mei dan Juni untuk memastikan bahwa inflasi tidak berbalik arah. Sementara itu, Presiden The Fed Richmond Tom Barkin mengatakan bahwa bank sentral perlu mempertahankan biaya pinjaman yang tinggi untuk waktu yang lebih lama guna memastikan inflasi sesuai dengan target.

Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan kebijakan berada pada posisi yang tepat, dan masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa kemajuan inflasi telah terhenti. Presiden The Fed Richmond Tom Barkin mencatat bahwa bank sentral perlu mempertahankan biaya pinjaman yang tinggi untuk waktu yang lebih lama untuk memastikan inflasi sesuai dengan targetnya 

Perbedaan suku bunga yang lebar antara AS dan Jepang memberikan tekanan jual pada Yen Jepang (JPY) dan mengangkat USD/JPY. BoJ meninggalkan dunia hanya kebijakan bunga negatif pada bulan Maret. Ini menggarisbawahi bahwa kondisi keuangan akan tetap mudah dan suku bunga akan meningkat secara perlahan. Selain itu, Naomi Muguruma, kepala strategi obligasi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, mengatakan bahwa para investor menunggu data PDB kuartal kedua untuk kuartal kedua untuk sejumlah katalis baru.  

Level-Level Teknis USD/JPY

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 155.89
Perubahan harian hari ini 0.24
Perubahan harian hari ini % 0.15
Pembukaan harian hari ini 155.65
 
Tren
SMA 20 Harian 155.42
SMA 50 Harian 153.07
SMA 100 Harian 150.51
SMA 200 Harian 149.03
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 155.98
Terendah Harian Sebelumnya 155.25
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 156.79
Terendah Mingguan Sebelumnya 153.6
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 160.32
Terendah Bulanan Sebelumnya 150.81
Fibonacci Harian 38,2% 155.7
Fibonacci Harian 61,8% 155.53
Pivot Point Harian S1 155.28
Pivot Point Harian S2 154.9
Pivot Point Harian S3 154.55
Pivot Point Harian R1 156
Pivot Point Harian R2 156.36
Pivot Point Harian R3 156.73

 


 

 

WTI Lanjutkan Kenaikan Mendekati $79,70 setelah PBoC Mempertahankan Suku Bunga Stabil

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terus menguat setelah keputusan suku bunga dari Tiongkok, diperdagangkan di sekitar $79,70 per barel selama sesi Asia pada hari Senin. People's Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman (LPR) satu tahun dan lima tahun masing-masing pada 3,45% dan 3,95%. Namun, harga minyak mentah mungkin akan mengalami kesulitan menyusul pernyataan hawkish yang dibuat oleh pejabat Federal Reserve (The Fed) minggu lalu. Selanjutnya, anggota The Fed Bostic, Barr, Waller
อ่านเพิ่มเติม Previous

Dolar Australia Lanjutkan Kenaikan di Tengah Meningkatnya Minat Risiko, Dolar AS Melemah

Dolar Australia (AUD) memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Senin. Dolar AS (USD) yang lebih lemah mendukung pasangan AUS/USD. Namun, Dolar Australia memangkas kenaikan setelah keputusan suku bunga dari Tiongkok. People's Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun (Loan Prime Rates/LPR) masing-masing pada 3,45% dan 3,95%.
อ่านเพิ่มเติม Next