USD/IDR Anjlok, Rupiah Sempat Menguat ke 16.189, Sebelum Terkoreksi ke 16.232
- USD/IDR mengalami sedikit koreksi ke 16.232 setelah mencatatkan terendah sejauh ini di 16.189.
- Dolar AS terjerembab akibat data-data ISM yang menunjukkan pelemahan.
- Lowongan Kerja JOLTS dan Pesanan Pabrik AS akan dipantau hari ini.
Pasangan mata uang USD/IDR bergerak di sekitar 16.232 pada perdagangan siang ini di sesi Asia. Rupiah (IDR) sempat menguat dan menyentuh level 16.189, namun, menjelang pembukaan pasar Eropa, Dolar AS (USD) tampak sedikit pulih ke 104,71 setelah anjlok kemarin sebanyak 0,55%.
Greenback ambruk akibat rilis data Institute for Supply Management (ISM) semalam yang bahwa menunjukkan IMP Manufaktur AS turun ke 48,7 di bulan Mei dari 49,2 sebelumnya. Indeks Pesanan Baru terkontraksi dari 49,1 ke 45,4. Indeks Harga yang Dibayar juga turun, dari 60,9 ke 57. Indeks Ketenagakerjaan melonjak di bulan Mei ke 51,1 dari 48,6 di bulan April.
Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia telah merilis data Inflasi tahun-ke-tahun bulan Mei yang berada 2,84%, lebih rendah dari estimasi pasar dan sebelumnya, masing-masing di 2,94% dan 3%. Tingkat Inflasi ini masih terjaga dalam target Bank Indonesia (BI) di kisaran 2,5±1%. Data ini membantu mengangkat Rupiah terhadap Dolar AS.
Menurut laporan BI, terjaganya tingkat inflasi tersebut berkat hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Ke depan, untuk tahun 2024 dan 2025, Bank Indonesia masih mempertahankan keyakinan bahwa inflasi di Indonesia akan tetap terkendali dalam kisaran target 2,5±1%.
Selanjutnya, para pedagang akan memantau data Lowongan Kerja JOLTS dan Pesanan Pabrik untuk peluang perdagangan dalam jangka pendek malam ini. Kemudian fokus akan beralih ke ketenagakerjaan sektor swasta ADP yang dirilis pada Rabu malam, diikuti dengan rilis penting data Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat.