WTI Jatuh ke Dekat $77,00 di Tengah Ketidakpastian Jelang IHK Tiongkok/AS, Hasil The Fed
- WTI terkoreksi ke $77,00 karena investor menjadi berhati-hati menjelang hari Rabu yang penting.
- IHP Tiongkok diprakirakan terus mengalami deflasi.
- The Fed diprakirakan akan mempertahankan suku bunga stabil di kisaran 5,25%-5,50%.
West Texas Intermediate (WTI), futures di NYMEX, turun ke dekat $77,00 di sesi New York hari Selasa. Daya tarik harga minyak tetap kuat secara signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, karena para investor optimis terhadap permintaan karena musim liburan musim panas di Belahan Bumi Utara.
Emas hitam pulih dengan tajam setelah turun ke terendah empat bulan di dekat $72,50. Sell-off tersebut didorong oleh pertemuan OPEC+ di mana para anggota mengomunikasikan tentang penyusutan pengurangan produksi sampai batas tertentu.
Namun, ketidakpastian di kalangan investor menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Mei di negara terbesar dan negara kedua terbesar di dunia telah membatasi harga Minyak. Para investor akan sangat fokus pada data IHK tahunan Tiongkok, yang diprakirakan terus tumbuh 0,3%.
Para pelaku pasar juga akan mencermati angka Indeks Harga Produsen (IHP) tahunan, yang mengindikasikan perubahan harga yang ditetapkan oleh para pemilik usaha di lokasi mereka. Data IHP diprakirakan mengalami deflasi pada laju yang lebih lambat di 1,8% dari sebelumnya 2,5%. Perlu dicatat bahwa Tiongkok adalah importir Minyak terbesar kedua di dunia, dan permintaan yang kuat dari kawasan ini meningkatkan prospek permintaan Minyak global.
Sementara itu, data inflasi AS juga akan menjadi perhatian karena para investor ingin mengetahui apakah tekanan harga semakin menurun menuju tingkat yang diinginkan 2%. Tanda-tanda inflasi yang masih membandel akan mengecilkan spekulasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Saat ini, para investor memprakirakan The Fed hanya akan menurunkan suku bunga satu kali pada tahun ini.
Peristiwa penting bagi pasar adalah keputusan suku bunga The Fed pada hari Rabu. The Fed diprakirakan akan tetap berstatus quo dengan prospek suku bunga yang hawkish.