USD/IDR Terus Melemah, Rupiah Perkasa di 16.267 setelah Rilis Data Keyakinan Konsumen Indonesia

  • USD/IDR merosot lebih jauh, Rupiah tampak mempertahankan kekuatannya di 16.267.
  • Keyakinan konsumen Indonesia bulan Juni turun ke 123,3 dibandingkan angka sebelumnya di 125,2.
  • Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh spekukasi waktu pemangkasan suku bunga The Fed.

Pada hari Senin siang ini, pasangan mata uang USD/IDR terus melemah, dengan Rupiah (IDR) mempertahankan kekuatannya dan tampak sedang diperdagangkan di 16.267 setelah dibuka di 16.262 dan mencatatkan level terkuatnya sementara untuk hari ini di 16.245. 

Bank Indonesia (BI) telah merilis data Keyakinan konsumen Indonesia bulan Juni, yang melaporkan bahwa data ini turun ke 123,3 versus 125,2 pada bulan sebelumnya, karena didorong oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan yang tetap optimis. 

Greenback terus merosot setelah data makro ekonomi di negara Paman Sam tersebut terlihat melambat. Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur USD terhadap enam mata uang utama, pada berita ini ditulis sedang bergerak di 104,88.

Meskipun, Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada hari Jumat dirilis lebih kuat dari yang diprakirakan, data ketenagakerjaan lainnya mencatatkan perlambatan. NFP bulan Juni mencatatkan penambahan 206.000 lapangan pekerjaan baru,di atas prakiraan pasar sebesar 190.000. Angka bulan sebelumnya mengalami revisi turun tajam ke 218.000 dari angka awal 272.000. Pendapatan Rata-Rata Per Jam AS turun ke 3,9% YoY, dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya sebesar 4,1%. Tingkat Pengangguran naik untuk pertama kalinya sejak Desember 2021 ke 4,1%.

Alat CME FedWatch mencatatkan bahwa peluang penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin di bulan September telah meningkat ke 70,8% dibandingkan dengan 57,9% yang tercatat pada minggu sebelumnya (28 Juni).

Meningkatnya harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed menekan pasangan USD/IDR lebih jauh dan mengangkat Rupiah (IDR).

Sentimen pasar masih akan bergantung dan dipengaruhi oleh pernyataan dari Federal Reserve (The Fed) dan data-data Amerika Serikat (AS) selanjutnya. 

Testimoni Ketua The Powell akan dipantau pada hari Selasa, Beige Book Federal dan Laporan Anggaran Bulanan pada hari Rabu, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada hari Kamis, serta Indeks Harga Produsen (IHP) dan Indeks Sentimen Konsumen Michigan pada hari Jumat. 

Sementara data dari Indonesia yang akan dipantau berikutnya adalah Penjualan Ritel bulan Mei yang bulan sebelumnya tercatat di -2,7%.
 

WTI Terkoreksi dari Level Tertinggi Dua Bulan di Dekat $84,00 di Tengah Kewaspadaan Akibat Badai Beryl

West Texas Intermediate (WTI), kontrak berjangka di NYMEX, melanjutkan koreksinya mendekati $82,20 di sesi Asia hari Senin setelah membukukan level tertinggi baru dua bulan di dekat $84,00 pada hari Kamis. Harga minyak berada di bawah tekanan karena para investor khawatir akan Badai Berly, yang dapat mengganggu pasokan energi Amerika Serikat (AS).
अधिक पढ़ें Previous

NZD/USD Mencatat Level Tertinggi Baru Tiga Pekan di Dekat 0,6150 dalam Hitungan Mundur Menuju Kebijakan RBNZ

Pasangan NZD/USD memperbarui level tertinggi tiga pekan di dekat 0,6150 di sesi Asia hari Senin. Pasangan NZD/USD melanjutkankenaikan beruntun untuk 5 sesi perdagangan karena perdebatan mengenai Federal Reserve (The Fed) untuk mulai menurunkan suku bunga dari pertemuan bulan September telah memanas setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Juni menunjukkan normalisasi kekuatan pasar tenaga kerja.
अधिक पढ़ें Next