WTI Membaik ke Dekat $80,00 karena Menurunnya Stok Minyak AS

  • Harga Minyak WTI terapresiasi saat American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan stok Minyak AS.
  • Stok Minyak Mentah API turun 4,4 juta barel pada minggu sebelumnya, dibandingkan prakiraan turun 33 ribu barel.
  • Harga Minyak melemah setelah pernyataan hawkish dari anggota The Fed Dr. Adriana Kugler pada hari Selasa.

Harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) memulihkan penurunan intraday, diperdagangkan di sekitar $80,00 per barel selama jam-jam Eropa pada hari Rabu. Penurunan Dolar AS (USD) memberikan dukungan kepada permintaan Minyak mentah, yang menopang harga Minyak.

Selain itu, harga Minyak mendapat dukungan karena berkurangnya stok Minyak di Amerika Serikat (AS), produsen dan konsumen Minyak terbesar di dunia. American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan stok minyak mentah mingguan sebesar 4,4 juta barel untuk pekan yang berakhir 12 Juli. Para analis yang disurvei oleh Reuters mengestimasi penurunan yang lebih kecil yaitu 33.000 barel. Energy Information Administration (EIA) AS akan merilis laporan penyimpanan resminya di sesi Amerika Utara nanti.

Namun, harga emas cair menghadapi tantangan karena melambatnya perekonomian Tiongkok, yang mengurangi permintaan di negara pengimpor minyak terbesar di dunia. Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 4,7% pada basis tahunan pada kuartal kedua, dibandingkan dengan ekspansi 5,3% pada kuartal pertama dan prakiraan 5,1%. Ini merupakan pertumbuhan paling lambat sejak kuartal pertama tahun 2023.

Standard Chartered memprakirakan penurunan suku bunga dan rasio persyaratan cadangan/reserve requirement ratio (RRR) People's Bank of China (PBoC) seiring melambatnya pertumbuhan PDB di kuartal kedua. Faktor-faktor pendorong pertumbuhan Tiongkok masih belum merata, dan ketegangan perdagangan meningkat, dengan Amerika Serikat dan UE memberlakukan tarif baru pada kendaraan listrik Tiongkok.

Selain itu, harga minyak mengalami kesulitan karena munculnya sentimen hawkish di seputar sikap kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah pernyataan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Dr. Adriana Kugler pada hari Selasa. Dr. Kugler mengindikasikan bahwa jika data yang akan datang tidak mengkonfirmasi bahwa inflasi bergerak menuju target 2%, maka mungkin lebih tepat jika mempertahankan suku bunga saat ini untuk jangka waktu yang lebih lama.

AUD/USD: Tampaknya akan Turun Lebih Jauh ke 0,6705 – UOB Group

Dolar Australia (AUD) bisa turun lebih jauh ke 0,6705. Momentum ke atas telah memudar; momentum ke bawah telah sedikit meningkat. AUD kemungkinan akan diperdagangkan dengan bias ke bawah tetapi kemungkinan tidak akan menembus 0,6680, kata analis FX di UOB Group Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann.
Baca lagi Previous

Kanda, Jepang: Tidak Ada Pilihan selain Menanggapi Spekulan

Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional Masato Kanda mengeluarkan peringatan lisan soal depresiasi Yen baru-baru ini dalam wawancara Kyodo News pada hari Rabu.
Baca lagi Next