Rupiah Bertahan di Bawah 16.180, USD/IDR Tersungkur Lebih Jauh
- USD/IDR mencapai level di bawah 16.180, mengangkat Rupiah sejauh ini dalam pekan berjalan.
- Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga di 6,25%.
- Peryataan The Fed yang dovish mendukung spekulasi pemangkasan suku bunga di bulan September.
Rupiah (IDR) mempertahankan penguatannya dengan USD/IDR melayang di bawah level 16.180 setelah pada perdagangan kemarin pergerakan harga berakhir di 16.142. Pelemahan Dolar AS (USD) terus menekan pasangan mata uang ini ke sisi bawah sehingga membantu mata uang Garuda tetap perkasa.
Dolar AS merosot ke terendah empat bulan kemarin dan ditutup di 103,74, atau melemah sebesar 2,69% dari puncak 16 April. Pagi ini, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur USD terhadap enam mata uang lainnya tengah bergerak di sekitar 103,77.
Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan tingkat suku bunga di 6,25% pada bulan Juli sesuai dengan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tanggal 16-17 Juli 2024. Suku bunga Deposit Facility dan suku bunga Lending Facility juga tetap dipertahankan masing-masing sebesar 5,50% dan 7,00%. Dengan keputusan ini BI ingin tetap menjaga kisaran inflasi pada 2024 dan 2025 dalam sasaran 2,5±1%.
Keyakinan pasar semakin menguat terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan September, Alat CME FedWatch mencatatkan peluang 95,3% untuk pemangkasan sebesar 25 basis poin. Pasar juga memprakirakan The Fed akan mengurangi biaya pinjaman lagi di bulan Desember setelah tekanan inflasi menurun. Hal ini akan menekan USD yang diperburuk oleh intervensi valuta asing oleh BoJ.
Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengatakan kemarin, "Arah yang paling mungkin untuk kebijakan moneter adalah penurunan suku bunga." Selain itu, Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin menekankan, "Cara nomor satu bagi The Fed untuk menjaga kredibilitasnya adalah melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat."