Pound Sterling Tetap Defensif saat Penjualan Ritel Inggris yang Buruk Dorong Spekulasi Penurunan Suku Bunga BoE

  • Pound Sterling melemah terhadap Dolar AS menjelang pekan yang penuh data di AS.
  • Meningkatnya spekulasi kemenangan Trump telah meningkatkan daya tarik Dolar AS.
  • Penurunan tajam Penjualan Ritel Inggris telah meningkatkan harapan penurunan suku bunga BoE.

Pound Sterling (GBP) gagal melanjutkan sedikit pemulihan di atas resistance terdekat 1,2930 terhadap Dolar AS (USD) di sesi Eropa hari ini. Prospek jangka pendek pasangan GBP/USD menjadi tidak pasti setelah pergerakan korektif dari tertinggi tahunan 1,3044 yang tercatat pada Rabu lalu. Cable menghadapi tekanan jual karena meningkatnya spekulasi kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun ini mendorong daya tarik Dolar AS.

Ekspektasi terhadap Donald Trump meningkat ketika Presiden AS Joe Biden memutuskan untuk mendukung Wakil Presiden Kamala Harris untuk mencalonkan dirinya sebagai pesaing dalam pemilu.

Para investor memprakirakan kemenangan pemilu Donald Trump akan menyebabkan peningkatan pembatasan perdagangan yang akan meningkatkan inflasi. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, naik ke 104,40 tetapi sedikit terkoreksi di sesi London hari Senin.

Sementara itu, spekulasi kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga mulai pertemuan bulan September akan membatasi kenaikan Dolar AS.

Pekan ini, para investor akan sangat fokus pada serangkaian data ekonomi AS seperti Indeks Manajer Pembelian (IMP) S&P Global pendahuluan untuk bulan Juli, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua, Pesanan Barang Tahan Lama untuk bulan Juni, dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditures (PCE), pengukur inflasi favorit The Fed, untuk bulan Juni.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling akan Mengikuti Irama IMP S&P Global

  • Pound Sterling jatuh kembali setelah pullback berumur pendek ke dekat 1,2930. Mata uang Inggris tampak rentan di dekat support angka bulat 1,2900 karena penurunan tajam dalam data Penjualan Ritel Inggris untuk bulan Juni telah menimbulkan keraguan apakah Bank of England (BoE) akan membiarkan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan kebijakan bulan Agustus.
  • Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan Penjualan Ritel bulanan Inggris turun pada laju yang lebih cepat dari prakiraan di 1,2% pada bulan Juni. Para ekonom memprakirakan penurunan 0,4% dibandingkan pertumbuhan 2,9% di bulan Mei. Penurunan dalam Penjualan Ritel terjadi di seluruh area kecuali bahan bakar otomotif. Data Penjualan Ritel adalah pengukur utama belanja konsumen, yang mendorong inflasi konsumen. Lemahnya permintaan dalam negeri membebani tekanan harga.
  • Terlepas dari penurunan tajam dalam Penjualan Ritel, Pendapatan Rata-Rata turun seperti prakiraan dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan Mei. Namun, laju kenaikan upah masih lebih tinggi dari yang dibutuhkan para pejabat BoE untuk mendapatkan keyakinan dalam menurunkan suku bunga.
  • Sementara itu, ekspektasi inflasi konsumen persisten telah sedikit meningkat karena Menteri Keuangan Inggris yang baru, Rachel Reeves, berjanji akan mempertimbangkan kenaikan upah bagi pegawai sektor publik nanti bulan ini.
  • Ke depan, pemicu Pound Sterling berikutnya adalah data IMP S&P Global/CIPS pendahuluan untuk bulan Juli, yang akan dipublikasikan pada hari Rabu. Laporan ini diprakirakan menunjukkan bahwa IMP Manufaktur tumbuh pada laju yang lebih cepat ke 51,1 dari rilis sebelumnya 50,9. IMP Komposit diestimasi naik ke 52,5 dari 52,3 pada bulan Mei.

Analisis Teknis: Pound Sterling Terkoreksi dari Tertinggi Tahunan

GBPUSD
Pound Sterling kesulitan untuk pulih setelah terkoreksi ke dekat 1,2930 terhadap Dolar AS. Pasangan GBP/USD melemah setelah menghadapi sell-off dari tertinggi baru tahunan 1,3044 pada hari Rabu.

Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang miring ke atas di dekat 1,2850 mengindikasikan bahwa tren naik masih utuh. Setelah berubah sedikit overbought, Relative Strength Index (RSI) 14-hari turun dan diprakirakan akan menemukan batas di dekat 60,00.

Untuk sisi atas, tertinggi dua tahun di dekat 1,3140 akan menjadi zona resistance utama bagi Cable. Di sisi lain, tertinggi 8 Maret di dekat 1,2900 akan menjadi support utama bagi para pembeli Pound Sterling.

Transaksi Berjalan (Tahunan) Yunani Mei Naik Ke €-2.352B Dari Sebelumnya €-2.688B

Transaksi Berjalan (Tahunan) Yunani Mei Naik Ke €-2.352B Dari Sebelumnya €-2.688B
Baca lagi Previous

ADRO Naik untuk Hari Perdagangan Ketiga Berturut-turut, Mencatatkan Tertinggi Baru 2024 di 3.230

Saham PT Adaro Energi Indonesia Tbk. (ADRO) diperdagangkan di 3.180, naik 2,58% hari ini.
Baca lagi Next