USD/KRW Tertekan di Dekat 1380,8 setelah Inflasi Produsen Tahunan KorSel Naik ke 2,5%
- USD/KRW masih tertekan dan menyentuh level 1380,8 di sesi perdagangan Asia.
- Inflasi Harga Produsen (MoM) bulan Juni di Korea Selatan merosot ke -0,10%.
- Penjualan Rumah Bekas dan Indeks Manufaktur Richmond akan dicermati untuk peluang perdagangan jangka pendek.
USD/KRW mengalami pelemahan sejak berbalik dari tertinggi Jumat lalu, yang saat ini, sedang diperdagangkan di 1380,8. Data Inflasi Produsen Korea Selatan yang dirilis dini hari tadi menunjukkan hasil yang beragam sehingga menekan pasangan mata uang tersebut lebih dalam.
Inflasi Harga Produsen (MoM) pada bulan Juni di Korea Selatan menurun ke -0,10% dari 0,10 persen pada bulan Mei 2024. Sementara data YoY sedikit meningkat ke 2,5% dari 2,3% pada bulan sebelumnya, yang merupakan tingkat tertinggi sejak Maret 2023, seperti yang dilaporkan oleh Bank of Korea (BoK).
Penurunan USD/KRW juga terdorong oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang tertekan karena kuatnya spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di bulan September tahun ini. Meskipun, Dolar AS sedikit menguat karena adanya harapan terhadap inflasi dalam jangka panjang yang mengangkat imbal hasil obligasi AS setelah Biden mengundurkan diri dan peluang Trump untuk menang meningkat di pemilihan presiden AS.
Malam ini, para pedagang akan mencermati rilis data ekonomi AS, yang menampilkan Penjualan Rumah Bekas dan Indeks Manufaktur Richmond, untuk peluang perdagangan jangka pendek. Data Keyakinan Konsumen Korea Selatan akan dicermati esok hari.