Jokowi, Presiden Indonesia: Tidak Ada Dampak Signifikan jika Negara Maju Tak Berani Berinvestasi
Pada upacara pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (IISF) di Jakarta Convention Center yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 5 hingga 6 September, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), telah memberikan pidato sambutannya dihadapan 8.000 peserta dari 50 negara yang hadir hari ini. Forum ini membahas tentang perubahan iklim dan transisi energi terkait ekonomi hijau.
Dalam sambutannya itu, Jokowi menekankan tiga hal penting yang harus diperhatikan, investasi negara maju, teknologi yang dibuka secara luas dan aliran pendanaan yang meringankan bagi negara berkembang. Jika semua itu tidak tersedia, maka tidak akan memberikan dampak signifikan bagi percepatan penanganan dampak perubahan iklim. Menurutnya, permasalahan perubahan iklim ini tidak akan pernah bisa terselesaikan selama dunia menggunakan pendekatan ekonomi egosentris yang mementingkan keuntungan masing-masing.
Jokowi lebih lanjut mengatakan bahwa, ekonomi hijau bukan hanya tentang melindungi lingkungan, tapi juga tentang bagaimana menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi rakyat. Di mana Indonesia memiliki kawasan industri hijau terbesar di dunia seluas 13 ribu hektare.
Ia berharap akan terciptanya kolaborasi di antara semua negara untuk menghadapi tantangan iklim, dengan menyerukan "Karena kolaborasi bukan pilihan, kemanusiaan bukan opsi, melainkan sebuah keharusan dan kewajiban," saat menutup sambutannya tersebut.