USD/IDR Terus Terjerembab, Rupiah Perkasa di 15.349 Tunggu Keputusan Suku Bunga BI dan The Fed

  • USD/IDR dibuka lebih rendah di 15.349, tidak mampu menahan aksi jual yang terus berlanjut sejauh ini.
  • Bank Indonesia akan merilis keputusan suku bunga pada siang hari ini yang diharapkan ditahan di 6,25%.
  • Ukuran pemangkasan suku bunga The Fed masih dipertanyakan, namun sebagian besar mengharapkan pemangkasan sebesar 50 bp.

Pasangan mata uang USD/IDR pada perdagangan sesi Asia pagi ini di buka di 15.349, meskipun pada perdagangan kemarin pasangan mata uang ini ditutup di 15.371, yang kembali masuk di dalam pola persegi panjang di kisaran 15.365-15.530. 

Sentimen negatif terhadap Dolar AS (USD) hari ini tampaknya telah menyeret pasangan mata uang tersebut meneruskan penurunannya menjelang Keputusan suku bunga The Fed nanti malam atau Kamis, dini hari Waktu Indonesia Barat. Indeks Dolar AS (DXY) sejauh ini tengah diperdagangkan di 100,85.

Kemarin, surplus Neraca perdagangan Indonesia bulan Agustus melonjak ke USD2,89 Miliar terhadap jumlah sebelumnya di USD 0,50 Miliar (direvisi dari USD 0,47 Miliar) dan lebih tinggi dari estimasi USD 1,96 Miliar. 

Selain itu, Ekspor Indonesia meningkat 7,13% dari tahun sebelumnya ke level tertinggi dalam 20 bulan sebesar USD 23,56 Miliar, lebih tinggi dari pertumbuhan pada bulan Juli di 6,60% (direvisi dari 6,46%) dan jauh di atas prakiraan pasar sebesar 3,83%. Sementara Impor untuk periode yang sama naik 9,46% menjadi USD 20,67 Miliar, lebih tinggi dari 11,07% pada bulan sebelumnya dan estimasi pasar sebesar 8,15%. Data-data ini membantu mata uang Garuda menguat terhadap Greenback.

Selanjutnya, siang ini para pedagang Rupiah akan menantikan pengumuman keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), meskipun keputusan yang disampaikan mungkin tidak banyak mendorong pergerakan pasangan mata uang USD/IDR. BI diprakirakan akan tetap mempertahankan suku bunganya di 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%. Para ekonom mengharapkan BI akan mengikuti langkah The Fed pada kuartal berikutnya. 

Di Amerika Serikat, Penjualan Ritel pada basis bulanan naik 0,1% di bulan Agustus, dibandingkan dengan kenaikan yang direvisi menjadi 1,1% yang tercatat pada bulan Juli. Namun, data ini lebih kuat dari konsensus yang mengharapkan penurunan ke 0,2%. Penjualan Ritel AS tidak termasuk Otomotif, naik 0,1% setelah mencatatkan kenaikan 0,4% pada bulan Juli dan berada di bawah estimasi yang memproyeksikan kenaikan ke 0,2%, seperti yang dilaporkan oleh Biro Sensus AS.

Data tersebut tidak terlalu membantu Dolar AS dan peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 50 basis poin telah meningkat hari ini. Alat CME FedWatch menunjukkan probabilitas untuk pemangkasan yang lebih agresif tersebut adalah 64% dibandingkan peluang sebesar 34% yang tercatat sepekan lalu.

Hari ini, Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) diharapkan untuk memulai pelonggaran moneter yang telah diantisipasi secara luas di AS. Pasar mengantisipasi hampir 120 bp selama tiga pertemuan yang tersisa pada tahun 2024, dan total 245 bp sampai akhir tahun 2025.

Yohay Elam, Manajer Produk Premium di FXStreet menyebutkan dalam artikelnya, keputusan The Fed merupakan penggerak pasar nomor satu. Pada dasarnya, saham dan Emas akan melonjak jika terjadi pemotongan sebesar 50 bp, sementara Dolar AS akan diuntungkan jika dilakukan pemangkasan sebesar 25.
 

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Sep 18, 2024 07:30 GMT (14:30 WIB)

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 6,25%

Sebelumnya: 6,25%

Sumber: Bank Indonesia

Indikator Ekonomi

Keputusan Suku Bunga The Fed

Federal Reserve (The Fed) berunding tentang kebijakan moneter dan membuat keputusan tentang suku bunga pada delapan pertemuan yang dijadwalkan sebelumnya per tahun. The Fed memiliki dua mandat: untuk menjaga inflasi pada 2%, dan untuk mempertahankan lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai hal ini adalah dengan menetapkan suku bunga – baik di mana The Fed meminjamkan ke perbankan dan perbankan saling meminjamkan. Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga, Dolar AS (USD) cenderung menguat karena menarik lebih banyak arus masuk modal asing. Jika The Fed memangkas suku bunga, hal ini cenderung melemahkan USD karena modal mengalir keluar ke negara-negara yang menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Jika suku bunga dibiarkan tidak berubah, perhatian beralih ke nada pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), dan apakah FOMC hawkish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih tinggi), atau dovish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih rendah).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Sep 18, 2024 18:00 GMT (Kamis, 00:00 WIB)

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 5,25%

Sebelumnya: 5,5%

Sumber: Federal Reserve

WTI Bertahan di Atas $70,00 di Tengah Optimisme Penurunan Suku Bunga The Fed dan Gangguan Pasokan

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di kisaran $70,85 pada hari Rabu. Harga WTI naik tipis di tengah gangguan pasokan di Teluk Meksiko dan harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada hari Rabu.
अधिक पढ़ें Previous

Dolar Australia Menguat karena Sentimen Risk-On Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed AS

Dolar Australia (AUD) melanjutkan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu. Para investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada hari ini, meskipun meningkatnya ekspektasi penurunan 50 basis poin akan mendukung mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti AUD.
अधिक पढ़ें Next