USD/INR tetap Datar Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed AS

  • Rupee India bertahan stabil di sesi Asia hari Rabu.
  • Spekulasi penurunan suku bunga The Fed yang lebih kuat dan penjualan USD yang kuat membebani pasangan mata uang ini, tetapi harga minyak yang lebih tinggi dapat membatasi penurunannya.
  • Keputusan suku bunga The Fed akan menjadi sorotan pada hari Rabu.

Rupee India (INR) diperdagangkan dengan catatan datar pada hari Rabu setelah naik ke level tertinggi satu bulan di 83,75 di sesi sebelumnya. Penurunan pasangan mata uang ini tertekan oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih dalam dan penjualan Dolar AS yang kuat. Meskipun begitu, pemulihan harga minyak mentah yang berkepanjangan dapat melemahkan mata uang lokal dan membantu membatasi penurunan USD/INR.

Pada hari Rabu, semua mata akan tertuju pada keputusan suku bunga The Fed, yang secara luas diprakirakan akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan September. Para pejabat The Fed juga akan merilis Ringkasan Proyeksi Ekonomi, atau 'dot-plot' setelah pertemuan kebijakan, yang dapat memberikan wawasan tentang seberapa banyak bank sentral AS berencana untuk memangkas suku bunga di tahun depan. Ekspektasi penurunan suku bunga yang besar mungkin akan mengakibatkan tekanan jual pada Greenback dalam waktu dekat.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Rupee India Datar Menjelang Peristiwa Penting AS

  • Inflasi berbasis Wholesale Price Index (WPI) India turun ke level terendah empat bulan di 1,31% YoY di bulan Agustus dari 2,04% di pembacaan sebelumnya. Angka ini berada di bawah konsensus pasar sebesar 1,80%.
  • Defisit perdagangan barang dagangan India mencapai $29,65 miliar di bulan Agustus dibandingkan dengan $23,5 miliar di bulan Juli, menurut data Kementerian Perdagangan dan Industri yang dirilis hari Selasa.
  • Cadangan devisa India naik ke rekor tertinggi $689,2 miliar pada 6 September, menurut Reserve Bank of India (RBI).
  • Penjualan Ritel AS secara tidak terduga naik 0,1% MoM di bulan Agustus dibandingkan 1.1% sebelumnya, di atas konsensus pasar sebesar -0,2%. Produksi Industri naik 0,8% MoM di bulan Agustus, dibandingkan dengan penurunan 0,6% pada pembacaan sebelumnya, lebih baik dari estimasi 0,2%.
  • Menurut CME Fedwatch Tool, Fed funds futures telah memperhitungkan hampir 63% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp), naik dari 30% sepekan yang lalu, sementara peluang penurunan sebesar 25 bp berada di angka 37%.

Analisis Teknis: Prospek Positif USD/INR Berlaku dalam Jangka Panjang

Rupee India diperdagangkan datar pada hari ini. Pasangan USD/INR berosilasi dalam persegi panjang pada grafik harian. Namun, dalam jangka panjang, pasangan mata uang ini mempertahankan getaran bullish karena harga bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 100 hari. Penurunan lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan karena Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di zona bearish di bawah garis tengah, mendukung para penjual untuk saat ini.

Zona 83,90-84,00 tampaknya menjadi zona yang sulit ditembus oleh para pembeli USD/INR. Wilayah ini menggambarkan batas atas persegi panjang dan angka psikologis. Terobosan di atas level tersebut akan melihat penghalang kenaikan berikutnya di 84,50.

Di sisi lain, level support awal terletak di level terendah 17 September di 83,70. Terobosan pada level ini akan membuka jalan menuju EMA 100 hari di 83,64.

 

IHK Inggris Diprakirakan Tumbuh Stabil 2,2% di Bulan Agustus Menjelang Pertemuan BoE

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) akan merilis angka Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus pada hari Rabu. Inflasi, yang diukur dengan IHK, adalah salah satu faktor utama yang menjadi dasar Bank of England (BoE) dalam membuat keputusan kebijakan moneter, yang berarti data tersebut dianggap sebagai penggerak utama Poundsterling (GBP).
Leer más Previous

Harga Emas tetap Mendekati Rekor Tertinggi, Menunggu Keputusan Penting The Fed sebelum Kenaikan Berikutnya

Harga emas (XAU/USD) mengalami sedikit penurunan dari sekitar rekor tertinggi, di sekitar area $2.589-2.590 yang disentuh pada hari sebelumnya, dan berakhir di zona merah untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir pada hari Selasa. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa aksi ambil untung, meskipun tidak ada tindak lanjut karena para pedagang memilih untuk absen menjelang risiko acara bank sentral utama pekan ini sebelum menempatkan taruhan terarah yang baru. Federal Reserve (The Fed) akan mengumumkan k
Leer más Next