JPY: Risiko Intervensi Meningkat Setelah Aksi Jual Yen yang Tajam – MUFG

Yen Jepang (JPY) telah pulih sedikit semalam setelah aksi jual tajam kemarin. Hal ini mengakibatkan USD/JPY turun kembali mendekati level 152,00 setelah mencapai level tertinggi intra-hari kemarin di 153.19, catat analis Valas MUFG, Lee Hardman.

Kemenangan Trump Dapat Memicu Kenaikan Lebih Tinggi untuk USD/JPY

"Sejauh bulan ini USD/JPY telah naik lebih dari 6% yang merupakan periode kenaikan terkuat sejak akhir Agustus/awal September 2022. Hal ini kemudian dengan cepat diikuti oleh intervensi oleh Jepang untuk mendukung JPY pada bulan September dan Oktober 2022. Mengingat pergerakan harga baru-baru ini, ada spekulasi yang berkembang atas kemungkinan intervensi lain dari Jepang meskipun tampaknya tidak mungkin terjadi menjelang pemilu AS mengingat kemenangan Trump dan Sapu Merah dapat memicu kenaikan lebih tinggi bagi USD/JPY."

"Spekulasi pasar atas intervensi lebih lanjut dari Jepang didorong semalam oleh sejumlah komentar dari Menteri Keuangan Kato yang menyatakan 'kami melihat pergerakan yang cepat dan sepihak' di pasar valuta asing, dan menekankan bahwa 'kami akan memonitor pasar valuta asing dengan rasa urgensi yang lebih kuat, termasuk mengawasi perdagangan spekulatif'."

"Komentar-komentar tersebut telah membantu memberikan dukungan sementara untuk JPY semalam, namun kenaikan tersebut kemungkinan akan terbukti berumur pendek jika imbal hasil AS dan dolar AS terus menyesuaikan diri lebih tinggi menjelang pemilu AS untuk mengantisipasi kemenangan Trump dan Red Sweep."

EUR: Para Pejabat ECB Mulai Membicarakan Kemungkinan Pemangkasan 50 BP yang Lebih Besar – MUFG

Euro (EUR) terus melemah terhadap Dolar AS sejak pertemuan kebijakan ECB minggu lalu dengan EUR/USD jatuh ke level terendah dalam sehari di 1,0761 pada hari Rabu, catat analis Valas MUFG, Lee Hardman.
مزید پڑھیں Previous

Emas Mencapai Rekor Tertinggi karena Risiko Geopolitik dan Ketidakpastian Pemilu AS – HSBC

Baru-baru ini, ketidakpastian seputar pemilihan umum AS pada 5 November dan kekhawatiran geopolitik telah mendukung Emas. Lintasan naik jangka pendek tidak menunjukkan tanda-tanda pelonggaran. Harga emas dapat naik lebih tinggi lagi dalam waktu dekat hingga tahun 2025, tetapi rally dapat menjadi terlalu berlebihan dan mungkin dibatasi ketika USD dan imbal hasil AS tetap kuat, menurut pandangan analis logam mulia kami, catat analis komoditas HSBC.
مزید پڑھیں Next