Dolar AS Menguat Menjelang Rilis Data Barang Tahan Lama
- Dolar AS berkonsolidasi setelah jeda dalam rally minggu ini.
- Para pedagang bersiap untuk rilis data pesanan Barang Tahan Lama di tengah ketidakpastian pemilihan presiden AS.
- Indeks Dolar AS berada di sekitar 104,00, mencari support.
Dolar AS (USD) berkonsolidasi pada hari Jumat setelah sedikit mundur sehari sebelumnya, tetapi tampaknya akan membukukan kenaikan minggu keempat berturut-turut menjelang rilis data Barang Tahan Lama AS. Dalam rally tajam minggu ini, hari Kamis merupakan hari aksi ambil untung bagi Sang Raja Dolar. Ketidakpastian seputar pemilihan presiden AS muncul kembali setelah mundur selangkah pada hari Kamis, dengan jajak pendapat yang menyoroti pemilihan presiden yang sangat ketat.
Kalender ekonomi AS menghadapi dua peristiwa utama pada hari Jumat ini. Yang pertama adalah rilis Pesanan Barang Tahan Lama AS untuk bulan September. Yang kedua, dan untuk menutup minggu ini, University of Michigan akan merilis pembacaan akhir untuk data Sentimen Konsumen bulan Oktober.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Peristiwa Penting untuk Minggu Ini
- Kalender data hari Jumat ini dimulai pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) dengan rilis Durable Goods untuk bulan September
- Pesanan Barang Tahan Lama diprakirakan akan berkontraksi sebesar 1% setelah sebulan sebelumnya tidak berubah.
- Barang Tahan Lama tanpa Transportasi akan berkontraksi 0,1% terhadap kenaikan 0,5% sebelumnya.
- setiap revisi dari bulan sebelumnya mungkin lebih menggerakkan pasar daripada angka yang baru.
- Menutup hari Jumat ini pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB), University of Michigan akan merilis pembacaan akhir untuk bulan Oktober. Sentimen Konsumen diprakirakan akan naik sedikit ke 69,0 dari angka awal 68,9. Ekspektasi inflasi 5 tahun diprakirakan tidak akan berubah pada 3%.
- Pada pukul 15:00 GMT (22:00 WIB) , Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins berpartisipasi dalam sebuah pembicaraan mengenai upaya The Fed untuk menciptakan ekonomi yang bekerja untuk semua orang di Mass Black Expo di Boston.
- Ekuitas dibuka sedikit lebih lembut pada hari Jumat ini, dengan indeks Eropa di bawah tekanan dari laporan keuangan yang mengecewakan. Futures AS masih mencari arah.
- Alat CME FedWatch mendukung penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dengan probabilitas seebesar 97% terhadap kemungkinan 3% tidak ada penurunan suku bunga untuk pertemuan The Fed yang akan datang pada tanggal 7 November.
- Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun diperdagangkan pada 4,18%, turun dari level tertinggi 4,24% yang terlihat pada hari Rabu.
Analisis Teknis Indeks Dolar AS: Mencari Support
Rally dalam Indeks Dolar AS (DXY) menghadapi momen penting untuk mengkonfirmasi apakah masih ada ruang untuk naik. Support di 104,00 sedang diuji, dan penutupan di akhir sesi perdagangan AS akan sangat penting. Penutupan di atas 104,00 dapat membuat DXY rally lebih jauh menuju 105,00 dengan ketidakpastian pemilihan presiden AS yang meningkat minggu depan.
DXY telah menembus di atas 104,00 dan berada di area kosong yang dapat dengan cepat melihat 105,00 muncul sebagai batas pertama pada sisi atas. Setelah berada di atas level tersebut, waspadai level penting 105,53 (tertinggi 11 April) dan 105.89 (tertinggi 2 Mei). Pada akhirnya, 106,52 (double top dari April) atau bahkan 107,35 (3 Oktober 2023, tertinggi) dapat menunjukkan resistance tajam dan tekanan jual karena aksi ambil untung.
Pada sisi negatifnya, SMA 200 hari di 103,81 muncul sebagai support yang sangat kuat. Waspadai penembusan palsu, dan pertimbangkan untuk menunggu penutupan harian di bawah level tersebut saat menilai kembali apakah akan ada lebih banyak penurunan untuk DXY. Support besar berikutnya adalah dua kali lipat, dengan SMA 100 hari di 103,19 dan level 103,18 yang sangat penting (level tertinggi 12 Maret). Jika level tersebut tembus, celah besar yang lebih rendah akan terbuka menuju zona support 101,90, dengan SMA 55 hari di 101,93.
Indeks Dolar AS: Grafik Harian
Pertanyaan Umum Seputar Dolar AS
Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat, dan mata uang 'de facto' di sejumlah besar negara lain tempat mata uang ini beredar bersama mata uang lokal. Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari seluruh perputaran valuta asing global, atau rata-rata $6,6 triliun dalam transaksi per hari, menurut data dari tahun 2022. Setelah perang dunia kedua, USD mengambil alih posisi Poundsterling Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Selama sebagian besar sejarahnya, Dolar AS didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standar Emas menghilang.
Faktor tunggal terpenting yang memengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang dibentuk oleh Federal Reserve (The Fed). The Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai kedua tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2%, The Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, The Fed akan menurunkan suku bunga, yang membebani Greenback.
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan memberlakukan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses di mana The Fed secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. Ini adalah langkah kebijakan nonstandar yang digunakan ketika kredit telah mengering karena bank tidak akan saling meminjamkan (karena takut gagal bayar oleh rekanan). Ini adalah pilihan terakhir ketika hanya menurunkan suku bunga tidak mungkin mencapai hasil yang diinginkan. Itu adalah senjata pilihan The Fed untuk memerangi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Besar pada tahun 2008. Hal ini melibatkan The Fed yang mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.
Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses sebaliknya di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang dimilikinya yang jatuh tempo dalam pembelian baru. Hal ini biasanya positif bagi Dolar AS.
