BMRI Membuka Pekan dengan Naik Lebih dari 4% ke 6.575, Biasnya Masih Bearish
- BMRI menunjukkan kenaikan untuk hari perdagangan kedua berturut-turut.
- Selain BMRI, saham-saham bank besar Indonesia lainnya juga menunjukkan kinerja positif.
- Saham ini masih di bawah SMA 200-hari, sehingga biasnya masih bearish.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diperdagangkan di 6.500, naik 4% pada saat penulisan. BMRI dibuka di 6.325 dan naik ke 6.575 di jam-jam awal pembukaan. Saham ini menunjukkan kenaikan untuk hari perdagangan kedua berturut-turut. Kenaikan ini sekaligus menghapus seluruh penurunan yang terjadi sejak 7 November yang dalam penurunan ini mencatatkan terendah di 6.100, level terendah sejak 4 Juli 2024.
Sejauh ini belum ada fundamental spesifik yang berada di balik kenaikan BMRI selain dari aksi beli oleh para investor. Dalam lingkup perbankan yang lebih luas, pekan lalu Bank Indonesia (BI), pada akhir dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan mempertahankan Suku Bunga Acuan (BI-Rate) di 6,00%, Suku Bunga Deposit Facility di 5,25%, dan Suku Bunga Lending Facility di 6,75%. Hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) selanjutnya yang juga merupakan yang terakhir untuk tahun ini adalah pada 18 Dember 2024.
Saham-saham bank besar Indonesia juga menunjukkan kinerja positif pada hari ini. BRIS diperdagangkan di 2.990 (+1,36%), BBRI di 4.470 (+1,59%), BBTN di 1.300 (+3,17%), BBCA di 10.200 (3,55%), dan BBNI di 5.050 (+4,34%).
Namun demikian, dari sisi teknis, bias BMRI masih bearish. Itu diindikasikan oleh saham ini yang masih berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari, yang saat ini berada di 6.725. BMRI perlu terus naik dan menembus SMA ini agar bisa mengubah bias-nya menjadi bullish dalam waktu dekat.
Jika BMRI terus naik, saham ini akan menghadapi resistance terdekat di 6.725 (SMA 200-hari), 6.950 (tertinggi 5 November 2024), dan 7.300 (tertinggi 18 Oktober 2024). Sedangkan untuk sisi bawah, saham ini bisa ditopang oleh support di 6.100 (terendah 22 November 2024), 5.875 (terendah 14 Juni 2024), dan 5.525 (terendah 2024 yang diraih pada 30 Mei).
