Rupiah Indonesia Tertekan di 15.882 per Dolar AS meski IMP Manufaktur S&P Global Sedikit Naik

  • Rupiah Indonesia terlihat tertekan di 15.882 saat permintaan terhadap Dolar AS kembali mengalir.
  • Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan November meningkat ke 49,6.
  • Para pedagang Rupiah akan mencermati inflasi Indonesia untuk bulan November siang ini.

Rupiah Indonesia (IDR) pada awal hari Senin ini di sesi Asia melemah ke 15.882 melawan Dolar AS (USD) setelah ditutup di 15.842 hari Jumat lalu. Pasangan mata uang USD/IDR masih bergerak di dalam kisaran perdagangan sebelumnya antara 15.827-15.976.

Pasar Amerika akan kembali aktif secara penuh hari ini setelah libur Thanksgiving dan Black Friday pekan lalu sehingga akan membuat volume permintaan Dolar AS meningkat menjelang sejumlah data penting di AS pekan ini. Pagi ini Indeks Dolar AS (DXY) terlihat mengalami koreksi ke 106,22.

S&P Global telah merilis data Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur Indonesia untuk bulan November. IMP tercatat meningkat ke 49,6 dari 49,2 pada bulan Oktober dan di atas estimasi 49. Paul Smith, Economics Director S&P Global Market Intelligence menyebutkan dalam laporan yang diterbitkan bahwa perusahaan meningkatkan produksinya sehingga mendorong peningkatan pada output, namun, penjualan terus melemah selama lima bulan berturut-turut. Hal ini telah membuat perusahaan-perusahaan yang ada tidak melakukan perekrutan baru. Kinerja ini akan tetap tertekan dalam beberapa waktu kedepan jika penjualan tidak mengalami perbaikan yang masih jauh dari kepastian.

Kemudian siang ini, atau sekitar pukul 11:00 WIB, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia akan merilis data inflasi Indonesia. Inflasi tahun-ke-tahun diprakirakan akan melemah ke 1,5% dari tingkat sebelumnya yang tercatat di 1,71%. Data bulan-ke-bulan diharapkan meningkat ke  0,26% dari 0,08%. Inflasi inti tahun-ke-tahun diprakirakan di 2,20%, sebelumnya tercatat di 2,21%.

IMP Manufaktur ISM dan S&P Global untuk bulan Oktober yang dirilis dari Amerika Serikat akan dicermati oleh para pedagang bersama dengan Harga Manufaktur Dibaya, Belanja Konstruksi, Indeks Ketenagakerjaan Manufaktur dan Indeks Pesanan Baru Manufaktur. Data-data ini dapat menggerakkan Dolar AS yang akan menentukan arah perdagangan pasangan mata uang USD/IDR selanjutnya.

Indikator Ekonomi

Inflasi (Thn/Thn)

Indeks Inflasi dirilis oleh Indonesia Statistik adalah ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran contoh perwakilan barang dan jasa. Kekuatan pembelian Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan dalam tren pembelian. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sen Des 02, 2024 04:00 GMT (11:00 WIB)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 1,5%

Sebelumnya: 1,71%

Sumber: Statistics Indonesia


 

EUR/USD Jatuh di Bawah 1,0550 karena Pedagang Tunggu Pidato Lagarde ECB dan Data IMP AS

Pasangan mata uang EUR/USD menghadapi beberapa tekanan jual ke sekitar 1,0530 di tengah penguatan Dolar AS (USD) selama awal jam perdagangan Asia pada hari Senin. Para investor akan memantau dengan seksama pidato Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dan rilis Indeks Pembelian Manajer (IMP) Manufaktur ISM AS, yang akan dirilis pada hari Senin. Inflasi di Zona Euro , yang diukur dengan Harmonized Index of Consumer Prices (HICP), naik menjadi 2,3% YoY di bulan November dari 2,0% di bulan Oktobe
Baca lagi Previous

Yen Jepang Melemah Tajam terhadap USD dari Level Tertinggi Multi-Minggu yang Disentuh pada Hari Jumat

Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang Amerika di awal minggu yang kritis dan membalikkan sebagian dari kenaikan kuat di hari Jumat ke level tertinggi sejak 21 Oktober. Imbal hasil obligasi Treasury AS mendapatkan kembali traksi positif sebagai reaksi atas ancaman tarif 100% dari Presiden AS terpilih Donald Trump terhadap negara-negara BRICS. Hal ini, pada gilirannya, membantu menghidupkan kembali permintaan Dolar AS (USD) dan menjadi faktor kunci yang mendorong arus keluar dari JPY yang berimbal hasil
Baca lagi Next