Nilai Tukar Rupiah Menguat Didukung Keyakinan Konsumen, Saham Asia Positif karena Penundaan Tarif AS

  • Rupiah menguat 0,58% ke Rp16.236,8/USD menjelang sesi Eropa, didukung IKK Juni yang tetap optimis.
  • Trump tunda tenggat tarif dari 9 Juli ke 1 Agustus, memberi ruang bagi negosiasi dagang.
  • Pasar menunggu rapat risalah FOMC, untuk mendapatkan petunjuk arah pemangkasan suku bunga ke depan.

Nilai tukar Rupiah Indonesia (IDR) terhadap Dolar AS (USD) menguat pada Selasa, 8 Juli 2025, menjelang pembukaan sesi Eropa. Berdasarkan data pasar pukul 05:18 WIB, kurs USD/IDR turun 94,2 poin atau 0,58% ke level Rp16.237 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif dari dalam negeri, terutama setelah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni tetap berada di zona optimis, meskipun secara tahunan Rupiah masih melemah 0,29%.

Pergerakan harian tersebut menjadi sinyal positif setelah tekanan jual yang konsisten dalam empat hari terakhir. Sentimen pasar tetap dibayangi ketidakpastian global, khususnya terkait ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap 14 negara, termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Afrika Selatan. Trump juga menandatangani Perintah Eksekutif yang memundurkan tenggat pengenaan tarif dari 9 Juli menjadi 1 Agustus. Korea Selatan merespons dengan mempercepat negosiasi perdagangan dan menganggap perubahan ini sebagai perpanjangan masa tenggang.

Pasar Asia Menguat Berkat Penundaan Tarif Trump

Mayoritas bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa, 9 Juli 2025, mencerminkan sentimen positif di tengah ketidakpastian global. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh respons optimistis pasar terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang memundurkan tenggat pengenaan tarif baru dari 9 Juli ke 1 Agustus. Langkah tersebut memberikan ruang waktu tambahan bagi negosiasi dagang, yang disambut baik oleh pelaku pasar.

Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin kenaikan dengan lonjakan sebesar 1,07% ke level 3.092, diikuti oleh HSI Hong Kong yang naik 0,72% ke 24.060, SHC Shanghai menguat 0,64% ke 3.495, STI Singapura naik 0,61% ke 4.056, dan NIKKEI Jepang bertambah 0,29% ke 39.701. Sementara itu, ASX Australia melemah, turun 0,24% ke level 8.568.

Di tengah penguatan regional ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak mendatar di level 6.900. Hal ini mencerminkan sikap tunggu dan lihat investor domestik terhadap perkembangan eksternal, terutama terkait ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump dan arah kebijakan suku bunga The Fed yang akan diungkap melalui risalah rapat FOMC pekan ini.

Penguatan USD Tertahan oleh Kekhawatiran terhadap Tarif dan Fiskal AS

Sementara itu, Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam sembilan hari pada Senin, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi di tengah risiko inflasi akibat tarif impor serta kondisi pasar tenaga kerja AS yang masih solid. Namun, aksi beli Dolar tertahan oleh kekhawatiran pasar atas dampak ekonomi dari kebijakan tarif serta kondisi fiskal AS, kini DXY tengah terkoreksi ke 97,33 pada saat berita ini ditulis.

Dengan tidak adanya rilis data ekonomi utama dari AS pada hari ini, fokus investor tertuju pada risalah rapat FOMC yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Pelaku pasar akan mencari petunjuk lebih lanjut terkait prospek pemangkasan suku bunga The Fed, yang akan memengaruhi arah pergerakan USD/IDR dalam jangka pendek.

Keyakinan Konsumen Indonesia Bulan Juni Tetap Terjaga

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia tercatat sebesar 117,8 pada Juni 2025, menguat tipis dari 117,5 pada bulan sebelumnya. Meskipun masih berada di level yang lebih rendah dibanding puncaknya pada Desember 2024, indeks ini tetap berada di atas ambang batas optimis (100), mencerminkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional yang relatif terjaga.

Indikator Ekonomi

Keyakinan Konsumen

Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Kam Jun 12, 2025 03.30

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 117.5

Konsensus: -

Sebelumnya: 121.7

Sumber:


Harga Minyak Mentah Hari ini: Harga WTI Bearish pada Pembukaan Sesi Eropa

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun pada hari Selasa, di awal sesi Eropa. WTI diperdagangkan di $66,74 per barel, turun dari penutupan hari Senin di $67,02. Kurs Minyak Brent (Brent crude) juga mengalami penurunan, diperdagangkan di $68,93 setelah penutupan harian sebelumnya di $69,16
Đọc thêm Previous

EUR/JPY Melanjutkan Reli Mendekati 171,50 di Tengah Ketidakpastian Perdagangan Jepang

Pasangan mata uang EUR/JPY melanjutkan kenaikannya ke sekitar 171,45 selama awal sesi Eropa pada hari Selasa. Euro (EUR) menguat terhadap Yen Jepang (JPY) di tengah harapan untuk kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa
Đọc thêm Next