WTI Pulih ke Atas $63,50 akibat Ancaman Trump terhadap Pasokan Rusia, Inventaris Bullish

  • Harga WTI diperdagangkan di wilayah positif di dekat $63,75 di awal sesi Asia hari Kamis.
  • Stok minyak mentah AS turun sebesar 3,029 juta barel minggu lalu, kata EIA. 
  • Trump mengancam India dan Tiongkok dengan tarif tambahan atas impor minyak mentah Rusia, memicu kekhawatiran tentang pengalihan pasokan.

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $63,75 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. WTI memantul dari terendah lima minggu di tengah data stok minyak mentah AS yang bullish dan ketegangan geopolitik. 

Penurunan stok minyak mentah AS minggu lalu menunjukkan permintaan tetap kuat, yang mungkin membantu membatasi kerugian WTI. Laporan Stok Minyak Mentah Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah di AS untuk minggu yang berakhir pada 1 Agustus turun sebesar 3,029 juta barel, dibandingkan dengan kenaikan 7,698 juta barel pada minggu sebelumnya. Konsensus pasar memperkirakan bahwa stok akan turun sebesar 1,1 juta barel.

Pemulihan dalam minyak hitam terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tambahan sebesar 25% pada barang-barang India atas pembelian energi Rusia. Selain itu, Trump mengatakan bahwa ia bisa memberlakukan tarif tambahan pada Tiongkok yang serupa dengan pungutan 25% yang diumumkan sebelumnya pada India, menurut Reuters. Pengumuman tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang potensi pengalihan pasokan dan ketegangan geopolitik yang lebih luas, terutama karena India dan Tiongkok tetap menjadi pembeli terbesar minyak Rusia.

Di sisi lain, kenaikan untuk minyak hitam mungkin dibatasi oleh peningkatan output dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+). OPEC+ mengadakan pertemuan secara virtual pada hari Minggu, setuju untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 547 ribu barel per hari (bps) untuk bulan September seiring meningkatnya kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan yang terkait dengan Rusia. 

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Foreign Investment in Japan Stocks Jepang Agustus 1 Tenggelam dari Sebelumnya ¥743.3B ke ¥193B

Foreign Investment in Japan Stocks Jepang Agustus 1 Tenggelam dari Sebelumnya ¥743.3B ke ¥193B
了解更多 Previous

Presiden AS Donald Trump mengancam tarif tambahan sebesar 15% pada semua impor Jepang

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia dapat memberlakukan tarif tambahan sebesar 15% pada semua impor Jepang, lapor surat kabar Asahi pada hari Kamis, mengutip seorang pejabat Gedung Putih
了解更多 Next