Penjualan Ritel Indonesia Juni 2025 Tumbuh 1,3% Tahun-ke-Tahun dari 1,9% Sebelumnya

Penjualan Ritel Indonesia untuk bulan Juni 2025 tumbuh 1,3% Tahun-ke-Tahun yang lebih rendah dari pertumbuhan 1,9% pada Mei 2025. Pertumbuhan didorong oleh penjualan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, dan Subkelompok Sandang yang menunjukkan pertumbuhan positif, seperti dilansir oleh Bank Indonesia.

Untuk basis bulanan, Penjualan Ritel Juni 2025 kontraksi 0,2% yang lebih baik dari kontraksi 1,3% pada bulan Mei 2025. Perbaikan ini terkait dengan libur dan cuti bersama HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) serta libur sekolah.

Reaksi Pasar

Rupiah berada di 16.238 terhadap Dolar AS, yang tidak menunjukkan banyak pergerakan pasca rilis data. Sebelum rilis data, mata uang Indonesia sempat menguat ke 16.224 dan memangkas penguatan tersebut ke level-level saat ini.

Indikator Ekonomi

Penjualan Ritel (Thn/Thn)

Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Kam Jul 10, 2025 03.00

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 1.9%

Konsensus: -

Sebelumnya: -0.3%

Sumber:

Yen Jepang Berusaha Keras untuk Memikat Pembeli di Tengah Isyarat Kenaikan Suku Bunga BoJ yang Beragam

Yen Jepang (JPY) memulai minggu baru dengan nada yang suram di tengah likuiditas yang relatif tipis akibat liburan Hari Gunung di Jepang. Para pedagang juga tampaknya enggan untuk memasang taruhan terarah yang agresif di tengah sinyal kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang beragam.
अधिक पढ़ें Previous

Dolar Australia Bergerak Sedikit saat Para Pedagang Mengambil Sikap Hati-hati Menjelang Keputusan RBA yang Akan Datang

Dolar Australia (AUD) tetap stabil terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin karena kehati-hatian pasar menjelang keputusan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia yang dijadwalkan pada hari Selasa
अधिक पढ़ें Next