Rupiah Tertekan Demo dan Isu Politik, Pasar Pantau Data AS Malam Ini

  • USD/IDR naik ke 16.478,5 di tengah gejolak sosial dan data domestik campuran.
  • PMI manufaktur RI kembali ekspansif, namun inflasi dan impor melemah.
  • Pasar global tunggu data ISM dan konstruksi AS untuk konfirmasi perlambatan.

Arah pasar kali ini dipandu oleh kombinasi tekanan sosial di dalam negeri dan ekspektasi menjelang rilis data manufaktur Amerika Serikat malam ini. Nilai tukar rupiah Indonesia (IDR) ditutup melemah ke Rp16.478,5 per dolar AS (USD) pada Senin, turun 62,5 poin atau 0,38% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pasangan mata uang USD/IDR diprakirakan akan bergerak dalam rentang 16.350-16.550 dalam waktu dekat. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi sosial usai gelombang demonstrasi di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, yang bahkan diwarnai insiden penjarahan di kediaman pejabat negara. Aksi ini dipicu oleh kemarahan publik atas isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI.

PMI Indonesia Kembali Ekspansif, Tapi Sinyal Lemah Muncul dari Inflasi dan Impor

Sementara itu, data ekonomi domestik yang dirilis pada awal pekan menunjukkan dinamika yang beragam. S&P Global mencatat PMI manufaktur Indonesia melonjak ke 51,5 pada Agustus dari sebelumnya 49,2, menandakan kembalinya sektor industri ke zona ekspansi. Namun inflasi tahunan justru melandai ke 2,31% dari 2,37%, dengan inflasi inti ikut turun ke 2,17% dari 2,32%, menyiratkan pelemahan tekanan harga di tingkat konsumen. Inflasi bulanan (MoM) bahkan mencatat deflasi -0,08%, menurun dari +0,3% bulan sebelumnya.

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD4,18 miliar pada Juli, sedikit di bawah bulan sebelumnya (USD4,11 miliar). Ekspor tumbuh 9,86% secara tahunan namun melambat dari 11,29%, sementara impor justru terkontraksi tajam -5,86% setelah sebelumnya tumbuh 4,28%, yang bisa menjadi sinyal penyesuaian investasi atau lemahnya permintaan domestik. Kunjungan wisatawan mancanegara juga melambat ke 13,01% YoY dari 18,20% sebelumnya. Secara umum, data ini mencerminkan pemulihan parsial di sektor industri, namun dibayangi sinyal perlambatan pada sisi konsumsi dan investasi.

Pemerintah Tegaskan Stabilitas Ekonomi Terjaga, Respons Cepat Hadapi Gejolak Sosial

Dalam konferensi pers bersama OJK dan BEI, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan belasungkawa atas korban demo, sekaligus menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 tercatat 5,12%, dengan dukungan indikator PMI yang kembali ekspansif. Airlangga juga menekankan bahwa tekanan sosial-politik bersifat jangka pendek dan tidak mengganggu jalur stabilitas ekonomi nasional. IHSG sempat mencetak rekor sebelum akhirnya terkoreksi 1,53% pada hari demo, dan pagi ini melemah ke kisaran 7.670 (-2%).

Pemerintah merespons kondisi ini dengan menyiapkan stimulus besar-besaran di semester II, antara lain kredit padat karya, FLPP untuk 350 ribu unit rumah, PPN DTP 100%, bantuan rumah swadaya, KUR sektor perumahan, serta insentif pariwisata menjelang Nataru. Belanja pemerintah ditargetkan meningkat hingga Rp694 triliun pada kuartal III. Airlangga juga menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas, memperluas lapangan kerja, dan melindungi kelompok rentan, dengan dukungan dari cadangan devisa USD152 miliar dan sistem keuangan yang sehat.

Pasar Global Tunggu Konfirmasi Perlambatan AS, Inflasi Stabil tapi Sektor Riil Masih Tertekan

Dari sisi eksternal, data PCE Amerika Serikat yang dirilis Jumat lalu menunjukkan inflasi inti stabil di 2,9% YoY pada Juli (naik dari 2,8% di Juni), sesuai ekspektasi pasar. Inflasi utama tetap di 2,6% YoY, dengan kenaikan bulanan masing-masing 0,2% (utama) dan 0,3% (inti). Pendapatan pribadi AS naik 0,4% dan belanja rumah tangga tumbuh 0,5%, mencerminkan daya beli masih terjaga.

Malam ini, fokus pasar global beralih ke data lanjutan dari AS. PMI Manufaktur ISM diprakirakan turun ke 48,0, tetap berada di zona kontraksi. Pesanan Baru diproyeksikan di 47,1, sementara Indeks Harga ISM tetap tinggi di 64,8 – menandakan tekanan biaya input belum mereda. Pengeluaran konstruksi juga dinilai rapuh setelah sebelumnya turun -0,4% pada Juli. Jika seluruh data ini mengonfirmasi perlambatan sektor riil AS, ekspektasi terhadap penyesuaian kebijakan moneter The Fed bisa kembali menguat.

Indikator Ekonomi

Inflasi (Thn/Thn)

Indeks Inflasi dirilis oleh Indonesia Statistik adalah ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran contoh perwakilan barang dan jasa. Kekuatan pembelian Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan dalam tren pembelian. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Sen Sep 01, 2025 04.00

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 2.31%

Konsensus: -

Sebelumnya: 2.37%

Sumber: Statistics Indonesia

Harga Minyak Mentah Hari ini: Harga WTI Bearish pada Pembukaan Sesi Eropa

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun pada hari Senin, di awal sesi Eropa. WTI diperdagangkan di $63,56 per barel, turun dari penutupan hari Jumat di $63,76. Kurs Minyak Brent (minyak mentah Brent) stabil, melayang di sekitar penutupan harian sebelumnya di $67,37
अधिक पढ़ें Previous

Valas Hari Ini: Emas, Perak Bersinar saat Dolar AS Melemah di Tengah Kondisi Perdagangan yang Tipis

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 1 September:
अधिक पढ़ें Next