Harga Emas India Hari ini: Emas Stabil, menurut Data FXStreet

Harga Emas tetap secara umum tidak berubah di India pada hari Rabu, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 11.018,16 Rupee India (INR) per gram, relatif stabil dibandingkan dengan INR 11.012,36 yang dikenakan pada hari Selasa.

Harga Emas juga stabil di INR 128.513,70 per tola dari INR 128.446,00 per tola sehari sebelumnya.

Unit measure Harga Emas dalam INR
1 Gram 11.018,16
10 Grams 110.181,60
Tola 128.513,70
Troy Ounce 342.705,20

 

Intisari Penggerak Pasar Harian: Emas tetap didukung oleh taruhan penurunan suku bunga The Fed dan pembelian safe-haven yang berkelanjutan

Emas telah naik sebesar 45% yang mengesankan sejak awal 2025 dan mencatatkan kenaikan lebih dari 11% pada bulan September seiring ketidakpastian pasar yang mendalam terus mendorong investor secara global untuk mencari perlindungan dalam aset-aset safe-haven tradisional.

Rancangan undang-undang pengeluaran Partai Republik gagal disetujui di Senat pada hari Selasa, mempersiapkan panggung untuk penutupan pemerintah sebagian mulai tengah malam. Penutupan yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kinerja ekonomi.

Ini dapat lebih mendorong pelonggaran lebih lanjut dari Federal Reserve AS, yang, pada gilirannya, dipandang akan mendorong aliran menuju logam kuning yang tidak berimbal hasil dan berkontribusi pada pergerakan positif yang kuat baru-baru ini menuju level tertinggi sepanjang masa yang baru.

Menurut Alat FedWatch CME Group, para pedagang saat ini memperhitungkan hampir 95% kemungkinan pemotongan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya di bulan Oktober dan lebih dari 75% probabilitas untuk pemotongan suku bunga lainnya di bulan Desember.

Ekspektasi tampaknya tidak terpengaruh oleh komentar hawkish dari Presiden Fed Dallas Lorie Logan, yang mengatakan bahwa ekspektasi inflasi yang terjaga tidak dapat dianggap remeh dan bahwa dia berencana untuk bersikap hati-hati dalam pengurangan lebih lanjut.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan dalam Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) pada hari Selasa bahwa jumlah lowongan pekerjaan pada hari kerja terakhir bulan Agustus mencapai 7,22 juta dibandingkan dengan 7,2 juta yang diperkirakan.

Pejabat Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa langkah untuk memasok rudal jelajah Tomahawk AS ke Ukraina, untuk serangan jauh ke dalam wilayahnya, dapat memicu eskalasi yang tajam. Ini menjaga risiko geopolitik tetap ada dan menguntungkan bullion safe-haven.

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tarif pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Sebuah alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan pos ini.)

Core Inflation (YoY) Indonesia September di Bawah Harapan (2.2%) : Aktual (2.19%)

Core Inflation (YoY) Indonesia September di Bawah Harapan (2.2%) : Aktual (2.19%)
Đọc thêm Previous

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Belanda Agustus Merosot ke 1.9% dari Sebelumnya 5.8%

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Belanda Agustus Merosot ke 1.9% dari Sebelumnya 5.8%
Đọc thêm Next