Rupiah Stabil Jelang Keputusan The Fed, Fokus Pasar Bergeser ke Diplomasi dan Investasi Global

  • Rupiah bergerak melemah tipis ke 16.619 per dolar AS pada Rabu, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
  • The Fed diprakirakan memangkas suku bunga 25 bp, sementara Bank Indonesia telah menahan suku bunga di 4,75% pada Oktober.
  • Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan membiarkan The Fed menaikkan suku bunga, sembari membawa komitmen investasi besar dan mendorong kesepakatan dagang di Asia.

Rupiah bergerak melemah tipis 0,26% ke 16.619 per dolar AS pada Rabu siang menjelang sesi Eropa, mencerminkan kehati-hatian pasar menanti keputusan The Fed. Secara teknis, kurs rupiah masih bertahan di kisaran 16.600-an, dengan rentang pergerakan harian yang sempit – menandakan fase konsolidasi setelah tekanan sejak pertengahan September. Hari ini, USD/IDR diprakirakan bergerak di rentang 16.570-16.640.

Pasar memprakirakan The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Rabu ini dan kembali menurunkannya pada Desember. Jika ekspektasi tersebut terwujud, tekanan terhadap rupiah berpotensi mereda, seiring berkurangnya daya tarik dolar AS. Bank Indonesia (BI), yang telah menurunkan suku bunga menjadi 4,75% pada September dan menahannya pada Oktober, kini memiliki ruang lebih fleksibel untuk menilai langkah berikut tanpa khawatir terhadap pelemahan nilai tukar. Namun, ruang penguatan rupiah masih terbatas, mengingat BI tetap fokus menjaga stabilitas dan efektivitas transmisi pelonggaran.

Trump Tegaskan Tekanan pada The Fed, Umumkan Investasi Raksasa dan Pertemuan dengan Xi Jinping

Presiden Donald Trump menutup kunjungan ke Asia di Korea Selatan, menegaskan tidak akan membiarkan The Fed menaikkan suku bunga. Ia mengumumkan investasi baru senilai lebih dari USD 18 triliun, berpotensi meningkat hingga USD 22 triliun, sambil memproyeksikan pertumbuhan PDB AS 4%. Trump juga menyoroti ekspansi manufaktur dan semikonduktor, percepatan izin investasi, serta penyelesaian kesepakatan dagang dengan Korea Selatan dan Tiongkok.

Dalam pernyataan terpisah, Trump mengonfirmasi akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Kamis dan menyebut Menteri Keuangan Scott Bessent berperan penting menenangkan pasar. Ia juga menegaskan bahwa Jerome Powell akan meninggalkan jabatan Ketua The Fed dalam beberapa bulan mendatang, menyebutnya “tidak kompeten.” Selain itu, Trump memuji Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi atas kepemimpinannya dan menegaskan bahwa persahabatan AS-Jepang tetap kuat.

Trump Bawa Pakta Dagang ke Asia Tenggara, Analis Nilai Manfaatnya Minim bagi Kawasan

Trump membawa serangkaian kesepakatan dagang “bersejarah” ke Asia Tenggara, mencakup perjanjian dengan Malaysia dan Kamboja, serta kerangka kerja dengan Thailand dan Vietnam. Namun, analis menilai manfaatnya minim bagi kawasan, karena isi pakta lebih menguntungkan AS. Menurut Bloomberg Economics, kesepakatan tersebut bersifat sepihak, sementara Barclays memprakirakan hanya 0,2% PDB Malaysia yang benar-benar mendapat keringanan tarif.

Prabowo Siap Gaungkan Diplomasi Ekonomi dan Perdamaian di KTT APEC 2025

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri KTT APEC 2025 pada 31 Oktober-1 November, yang menjadi panggung strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan perdamaian kawasan. Forum ini menyoroti penguatan multilateralisme, peran PBB, serta pengembangan kerja sama lintas negara di tengah dinamika geopolitik. Isu teknologi baru dan pesan perdamaian global juga akan menjadi fokus utama pembahasan.

Sebelumnya, dalam KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Trump secara terbuka memuji Prabowo atas peran Indonesia dalam mendukung perdamaian Timur Tengah. Ia menyebut Prabowo sebagai “sahabat” dan menegaskan bahwa kontribusi Indonesia membuka jalan bagi era baru perdamaian setelah ribuan tahun konflik, menggambarkannya sebagai “perdamaian yang kuat dan abadi.”

Prospek ke depan

Keseimbangan kebijakan moneter The Fed dan BI akan menjadi penentu utama arah rupiah dalam jangka pendek. Sementara itu, dinamika diplomasi regional – mulai dari kunjungan Trump hingga peran aktif Prabowo di APEC – dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah global, baik secara ekonomi maupun geopolitik.

Indikator Ekonomi

Keputusan Suku Bunga The Fed

Federal Reserve (The Fed) berunding tentang kebijakan moneter dan membuat keputusan tentang suku bunga pada delapan pertemuan yang dijadwalkan sebelumnya per tahun. The Fed memiliki dua mandat: untuk menjaga inflasi pada 2%, dan untuk mempertahankan lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai hal ini adalah dengan menetapkan suku bunga – baik di mana The Fed meminjamkan ke perbankan dan perbankan saling meminjamkan. Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga, Dolar AS (USD) cenderung menguat karena menarik lebih banyak arus masuk modal asing. Jika The Fed memangkas suku bunga, hal ini cenderung melemahkan USD karena modal mengalir keluar ke negara-negara yang menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Jika suku bunga dibiarkan tidak berubah, perhatian beralih ke nada pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), dan apakah FOMC hawkish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih tinggi), atau dovish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih rendah).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Okt 29, 2025 18.00

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 4%

Sebelumnya: 4.25%

Sumber: Federal Reserve

Private Sector Credit Afrika Selatan September Naik dari Sebelumnya 5.86% ke 6.03%

Private Sector Credit Afrika Selatan September Naik dari Sebelumnya 5.86% ke 6.03%
Read more Previous

WTI Pulih di Atas $60,00 Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $60,05 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. WTI pulih dari beberapa kerugian di tengah penurunan minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan dan harapan penurunan suku bunga AS
Read more Next