Indeks Dolar AS (DXY) tetap dekat level terendah multi-minggu, di sekitar 99,00 menjelang data PCE AS

  • Dolar AS berusaha keras untuk memanfaatkan pemantulan semalam dari level terendah sejak akhir Oktober.
  • Taruhan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga lagi minggu depan terus melemahkan permintaan untuk Greenback.
  • Para pedagang bearish kini menantikan rilis Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS sebelum menempatkan taruhan baru.

Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak Greenback terhadap sejumlah mata uang, berusaha keras untuk memanfaatkan pemantulan semalam dari level terendahnya sejak akhir Oktober dan diperdagangkan dengan bias negatif ringan selama sesi Asia pada hari Jumat. Indeks saat ini berada di sekitar level 99,00, turun kurang dari 0,10% untuk hari ini, karena para trader kini menunggu data inflasi AS yang krusial sebelum menempatkan taruhan arah baru.

Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk bulan September akan dipublikasikan nanti hari ini dan akan dicermati untuk mendapatkan lebih banyak isyarat mengenai jalur penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di masa depan. Hal ini, pada gilirannya, akan memainkan peran kunci dalam menentukan arah pergerakan Greenback berikutnya. Sementara itu, ekspektasi dovish dari Federal Reserve (The Fed) AS membayangi laporan pasar tenaga kerja AS yang optimis pada hari Kamis dan terus bertindak sebagai hambatan bagi dolar.

Komentar terbaru dari beberapa pejabat The Fed menunjukkan bahwa penurunan suku bunga lainnya pada bulan Desember hampir pasti. Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas lebih dari 85% untuk langkah tersebut minggu depan. Selain itu, laporan menunjukkan bahwa Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, dianggap sebagai kandidat terdepan untuk menjadi Ketua The Fed berikutnya dan diharapkan untuk melaksanakan seruan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga, yang pada gilirannya menguntungkan para penjual Dolar AS.

Namun demikian, DXY tetap berada di jalur untuk mencatatkan kerugian untuk minggu kedua berturut-turut, dan latar belakang fundamental menunjukkan bahwa jalur yang paling mungkin bagi indeks ini tetap mengarah ke bawah. Oleh karena itu, setiap upaya pemulihan lebih mungkin untuk dijual dan tetap terbatas.

Harga Dolar AS 7 Hari Terakhir

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang terdaftar 7 hari terakhir. Dolar AS adalah yang terkuat melawan Franc Swiss.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD -0.51% -0.75% -0.93% -0.57% -1.35% -0.79% -0.24%
EUR 0.51% -0.24% -0.45% -0.06% -0.84% -0.30% 0.28%
GBP 0.75% 0.24% -0.21% 0.18% -0.60% -0.07% 0.52%
JPY 0.93% 0.45% 0.21% 0.37% -0.42% 0.13% 0.71%
CAD 0.57% 0.06% -0.18% -0.37% -0.80% -0.26% 0.34%
AUD 1.35% 0.84% 0.60% 0.42% 0.80% 0.54% 1.13%
NZD 0.79% 0.30% 0.07% -0.13% 0.26% -0.54% 0.58%
CHF 0.24% -0.28% -0.52% -0.71% -0.34% -1.13% -0.58%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili USD (dasar)/JPY (pembanding).

Leading Economic Index Jepang Oktober Naik dari Sebelumnya 108.6 ke 110

Leading Economic Index Jepang Oktober Naik dari Sebelumnya 108.6 ke 110
مزید پڑھیں Previous

USD/INR Naik setelah RBI Mengurangi Suku Bunga Repo Sebesar 25 bp Menjadi 5,25% sesuai Prakiraan

Rupee India (INR) turun terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat, dengan pasangan mata uang USD/INR bergerak naik mendekati 90,10, saat Reserve Bank of India (RBI) mengumumkan kebijakan moneter yang dovish
مزید پڑھیں Next