Batu Bara ICE Newcastle Stagnan di 143,80 Setelah Kembali Ditolak Area Tertinggi 2026

  • Batu Bara ICE Newcastle belum menunjukkan perubahan sejak dibuka hari ini.
  • Konflik di Timur Tengah masih menarik perhatian pada pedagang.
  • Indonesia memasuki hari terakhir masa libur panjang.

Harga batu bara ICE Newcastle front month berada di 143,80 yang tidak berubah pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini belum bergerak sama sekali menyusul penolakan dekat tertinggi 2026 di area 150,00 pada Jumat pekan lalu dan penutupan merah pada hari kemarin.

Kinerja ini memperpanjang mode sideways dalam jangka pendek yang terlihat pada grafik harian di bawah. Namun, dalam jangka lebih panjang tren komoditas ini tetap bullish karena berada di atas Simple Moving Average S(MA) 200-hari dengan Relative Strength Index (RSI) memberikan dukungan lebih lanjut saat berada di 62,64, mengindikasikan momentumnya bullish karena berada di atas level netral 50 dan tampak lepas dari area jenuh beli.

Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah sekitar 21°C dan diprakirakan tidak ada hujan sepanjang hari. Dengan demikian, cuaca tidak menjadi faktor dominan yang memengaruhi harga karena proses pemuatan batu bara di pelabuhan diprakirakan lancar.

Para pedagang batu bara masih memusatkan perhatian pada perkembangan di Timur Tengah. Yang terbaru, Presiden AS, Donald Trump, pada hari kemarin mengumumkan akan menunda serangan militer terhadap pembangkit listrik Iran selama lima hari di balik percakapan yang baik dan produktif. Kabar ini menimbulkan harapan de-eskalasi meskipun kemudian dibantah oleh Iran.

Konflik yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz membuat pasokan minyak dan LNG (Liquified Natural Gas) terganggu. Dengan demikian, permintaan batu bara berpotensi tetap tinggi karena digunakan sebagai alternatif bagi pembangkit listrik untuk menggantikan LNG. Meskipun itu hanya temporer karena negara-negara di dunia mulai beralih ke sumber-sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 124.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $103,01 naik dari $102,37
  • Batubara I (5.300 GAR) $71,55 naik dari $71,29
  • Batubara II (4.100 GAR) $48,32 naik dari $47,64
  • Batubara III (3.400 GAR) $34,25 tidak berubah dari sebelumnya

Indonesia memasuki hari terakhir masa libur panjang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah hari ini sehingga tidak ada peristiwa menonjol yang bisa dilaporkan. Namun, pasar menantikan perkembangan dari revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara 2026 yang diisyaratkan dipangkas menjadi 600 juta ton tahun ini oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD) RI.

Namun demikian, rencana tersebut sebelum adanya konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga batu bara pasca perang AS-Israel dengan Iran. Pasar menantikan apakah peristiwa di atas dapat memengaruhi rencana Kementerian ESDM mengingat ada peluang dari lebih tingginya harga batu bara.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Gas Alam

Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.

Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.

Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.

Lelang Surat Utang 5 Tahun Jerman Naik ke 2.72% dari Sebelumnya 2.4%

Lelang Surat Utang 5 Tahun Jerman Naik ke 2.72% dari Sebelumnya 2.4%
अधिक पढ़ें Previous

Emas: Rangkaian Kekalahan Rekor karena Imbal Hasil Menyengat – ING

Ewa Manthey dan Warren Patterson dari ING melaporkan bahwa Emas telah menembus di bawah $4.100/oz, memperpanjang penurunan rekor selama sepuluh sesi karena imbal hasil riil yang lebih tinggi dan Dolar yang lebih kuat mengimbangi dukungan geopolitik.
अधिक पढ़ें Next