Batu Bara ICE Newcastle Tidak Bergerak di 141,65, Pemerintah RI Buka Ruang Relaksasi Produksi Batu Bara

  • Batu Bara ICE Newcastle masih stagnan setelah bangkit dari 139,00.
  • AS dan Iran saling mengajukan tuntutan agar perang berakhir.
  • Menteri ESDM RI memberikan perkembangan terkait komoditas kepada Presiden Prabowo.

Harga batu bara ICE Newcastle front month berada di 141,65 yang belum menunjukkan perubahan sama sekali pada hari ini. Pada hari kemarin, batu bara ini dibuka dengan gap bawah di 139,00 namun berupaya untuk naik hingga ditutup di 141,65.

Komoditas ini tidak menunjukkan pergerakan yang liar dalam jangka pendek, terjebak dalam kisaran sideways yang terbentuk sejak awal bulan. Namun dalam jangka lebih panjang, trennya terlihat naik karena bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Relative Strength Index (RSI) 14-hari terlihat stagnan di 59,62 namun mengindikasikan momentumnya bullish karena di atas level netral 50.

Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah sekitar 28°C hingga 30°C dengan kondisi langit cerah berawan. Namun, diprakirakan terjadi hujan atau potensi badai di sore/malam hari. Cuaca seperti ini berpotensi mengganggu proses pemuatan batu bara di pelabuhan. Sejauh ini potensi gangguan tersebut belum tercermin dalam pergerakan harga batu bara ICE Newcastle.

Selain batu bara, harga komoditas-komoditas lainnya juga tampak bergerak dengan lebih teratur saat memantau perkembangan terbaru di Timur Tengah. Amerika Serikat memberikan rencana 15 poin kepada Iran yang ditujukan untuk mengakhiri konflik. Namun demikian, Teheran disebut akan mengakhiri konflik jika AS memenuhi syarat-syarat yang diajukan Iran, seperti diinformasikan Press TV.

Syarat-syaratnya adalah penghentian serangan dan pembunuhan, jaminan perang tidak akan dimulai Kembali, kompensasi atas kerusakan akibat perang, penghentian pertempuran di semua sisi regional, dan pengakuan atas kendali Selat Hormuz oleh Iran.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 124.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $103,01 naik dari $102,37
  • Batubara I (5.300 GAR) $71,55 naik dari $71,29
  • Batubara II (4.100 GAR) $48,32 naik dari $47,64
  • Batubara III (3.400 GAR) $34,25 tidak berubah dari sebelumnya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, setelah melakukan rapat terbatas dengan Presiden RI mengungkapkan bahwa mereka membahas beberapa isu yang salah satunya adalah pengurangan ketergantungan pada impor energi, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian ESDM.

Pengurangan ketergantungan bisa melalui optimalisasi potensi energi domestik seperti etanol dan biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO). Itu di tengah meningkatnya harga minyak mentah karena terganggunya pasokan di Selat Hormuz dalam beberapa minggu terakhir.

Menteri Bahlil juga melaporkan harga komoditas energi dan mineral, terutama batu bara dan nikel. Bahlil menyebut sejauh ini tidak ada perubahan kebijakan pada pengelolaan keduanya, meski tidak disebutkan secara spesifik, pasar menduga kebijakan tersebut terkait revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Namun demikian, pemerintah tetap membuka peluang relaksasi produksi batu bara dan nikel dengan pendekatan yang terukur agar tidak memicu kelebihan pasokan yang pada akhirnya menekan harga komoditas nasional di pasar global.

Sebelum terjadi konflik AS-Israel dengan Iran, Kementerian ESDM merencanakan revisi RKAB batu bara 2026 yang diproyeksikan memangkas produksi nasional menjadi 600 juta ton dari 790 juta ton pada tahun sebelumnya, dengan tujuan untuk menjaga pasokan dan harga mengingat Indonesia memasok sekitar 43% batu bara global.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Turun di Bawah $70,00 karena Harapan Gencatan Senjata di Timur Tengah Memudar

Harga Perak (XAG/USD) turun selama dua hari berturut-turut pada hari Kamis, menguji level di bawah level psikologis $70,00 pada saat berita ini ditulis
Leia mais Previous

Dolar Australia Melayang Dekat Terendah Bulanan di Tengah Risiko Geopolitik dan Taruhan The Fed yang Mendukung USD

Pasangan mata uang AUD/USD berusaha keras untuk mendapatkan traksi yang berarti pada hari Kamis dan berosilasi dalam kisaran sempit, sedikit di atas titik terendah mingguan yang ditetapkan pada Kamis ini.
Leia mais Next