WTI Turun di Bawah Level $97,00 karena Pasar Menantikan Hasil Pembicaraan Trump-Xi

  • Harga WTI kehilangan posisi mendekati $96,70 di awal perdagangan sesi Eropa hari Kamis. 
  • Para pedagang akan memantau dengan cermat hasil KTT Trump-Xi. 
  • Pasokan minyak global akan turun di bawah permintaan tahun ini akibat perang Iran, menurut IEA.

West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $96,70 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Kamis. Harga WTI turun tipis saat para pedagang menunggu hasil KTT Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada Kamis dan Jumat nanti. 

Badan Berita Xinhua melaporkan pada hari Kamis bahwa Xi Jinping mengatakan kepada CEO AS yang mendampingi Trump dalam kunjungan ke Beijing bahwa pintu Tiongkok akan semakin terbuka, dan dia percaya perusahaan AS akan memiliki lebih banyak peluang di negara tersebut. 

Selain itu, Trump diprakirakan akan mendorong Xi untuk mempengaruhi Teheran, sekutu Tiongkok, agar menyetujui kesepakatan damai dan membuka kembali Selat Hormuz, sebuah titik kritis yang vital bagi perdagangan minyak.

Pertemuan ini berlangsung dua hari setelah presiden AS memperingatkan bahwa respons Iran terhadap proposal AS tidak memuaskan. Trump juga mengatakan bahwa gencatan senjata yang sedang berlangsung berada dalam kondisi kritis dan mengancam akan memulai kembali pengeboman di negara tersebut. Setiap perkembangan positif terkait pembicaraan AS-Tiongkok dapat menekan harga WTI dalam jangka pendek. 

International Energy Agency (IEA) menyatakan pada hari Rabu bahwa pasokan minyak global akan kurang dari total permintaan tahun ini karena perang Iran mengacaukan produksi minyak di Timur Tengah dan menguras persediaan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

IEA memprakirakan pasokan minyak global secara keseluruhan akan turun sekitar 3,9 juta barel per hari (bph) sepanjang tahun 2026 akibat perang tersebut, memangkas prakiraan sebelumnya yang memperkirakan penurunan 1,5 juta bph.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Pejabat The Fed, Kashkari: Inflasi Terlalu Tinggi

Neel Kashkari, Presiden Federal Reserve (The Fed) Bank Minneapolis, berbicara di acara Kamar Area St. Paul di St. Paul, Minneapolis, pada hari Rabu. Dia mengatakan bahwa pertanyaan besar adalah berapa lama Selat Hormuz akan ditutup dan apa efeknya terhadap inflasi.
Baca lagi Previous

Harmonized Index of Consumer Prices (YoY) Spain April sesuai Prakiraan 3.5%

Harmonized Index of Consumer Prices (YoY) Spain April sesuai Prakiraan 3.5%
Baca lagi Next