IEA memperingatkan penarikan persediaan Minyak yang cepat, dukungan cadangan yang terbatas
- Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa persediaan Minyak komersial menipis dengan cepat.
- Fatih Birol menyoroti kesenjangan persepsi yang semakin besar antara pasar Minyak fisik dan pasar berjangka.
- Rilis cadangan strategis telah mendukung pasokan global, tetapi kapasitas yang tersedia tetap terbatas.
Pasar minyak tetap waspada setelah komentar baru dari Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol, yang dilaporkan oleh Reuters pada hari Senin. Pejabat tersebut memperingatkan bahwa persediaan Minyak komersial menipis dengan cepat dan hanya tersisa "beberapa minggu" cadangan di beberapa wilayah, meningkatkan kekhawatiran tentang keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar energi global.
Fatih Birol juga menunjukkan adanya "kesenjangan persepsi" antara pasar Minyak fisik dan kontrak berjangka, yang menunjukkan bahwa harga berjangka tidak sepenuhnya mencerminkan ketegangan saat ini dalam kondisi pasokan aktual. Komentar ini muncul saat para investor mencoba menilai dampak gabungan dari gangguan geopolitik, permintaan yang tangguh, dan kebijakan produksi dari eksportir utama.
Kepala IEA tersebut juga mengingatkan bahwa rilis dari cadangan strategis telah menambah sekitar 2,5 juta barel per hari ke pasar global, membantu membatasi kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Namun, ia memperingatkan bahwa cadangan ini "tidak tak terbatas," yang menunjukkan bahwa sumber dukungan ini dapat berkurang secara bertahap jika ketegangan di pasar Minyak terus berlanjut.
Reaksi pasar
Minyak West Texas Intermediate (WTI) rebound pada hari Senin dan naik 0,66% dalam sehari, diperdagangkan di sekitar $101,60 pada saat berita ini ditulis.
Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.