Perang Iran-AS tetap menjadi fokus saat Teheran mengeraskan retorikanya, Arab Saudi mendorong de-eskalasi

  • Pejabat Iran mengatakan tekanan yang meningkat tidak akan memaksa Tehran mengubah posisinya
  • Iran mengatakan telah menggunakan periode gencatan senjata untuk membangun kembali kemampuan militer
  • Arab Saudi mendukung perpanjangan negosiasi dan menyerukan upaya diplomatik mendesak untuk menghindari eskalasi

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tetap menjadi fokus setelah pernyataan dari pejabat Iran dan Arab Saudi yang dilaporkan oleh Reuters menyoroti risiko konfrontasi yang diperbarui dan upaya yang sedang berlangsung untuk mempertahankan saluran diplomatik.

Ketua parlemen Iran mengatakan tanda-tanda dari "musuh" menunjukkan upaya untuk memicu putaran konflik baru, menambahkan bahwa pasukan Iran menggunakan periode gencatan senjata untuk membangun kembali kekuatan mereka. Dia juga mengatakan tekanan ekonomi yang meningkat tidak akan memaksa Tehran menyerah dan menggambarkan hubungan dengan Amerika Serikat sebagai "perang kehendak."

Sementara itu, Arab Saudi menyambut keputusan untuk memberikan lebih banyak waktu pada negosiasi AS-Iran dan mendesak Tehran untuk merespons dengan cepat upaya mediasi. Riyadh juga mengatakan perpanjangan pembicaraan dapat membantu memulihkan keamanan di Selat Hormuz dan mendukung stabilitas regional yang lebih luas.

Poin-poin utama

Ketua parlemen Iran mengatakan gerakan nyata dan tersembunyi dari 'musuh' menunjukkan mereka mencari putaran perang baru.

Ketua parlemen Iran mengatakan pasukan militer kami telah menggunakan kesempatan gencatan senjata dengan sebaik-baiknya untuk membangun kembali kekuatan mereka.

Ketua parlemen Iran mengatakan tekanan ekonomi yang meningkat dan blokade tidak akan memaksa Iran menyerah.

Ketua parlemen Iran mengatakan Iran dan AS sedang dalam 'perang kehendak'.

Arab Saudi menghargai respons presiden AS dalam memberikan negosiasi dengan Iran kesempatan tambahan untuk mencapai kesepakatan.

Arab Saudi mengatakan berharap Iran merespons dengan segera upaya mediasi untuk menghindari eskalasi.

Arab Saudi menyambut upaya AS untuk memulihkan keamanan di Selat Hormuz.

Arab Saudi mengatakan perpanjangan negosiasi AS-Iran dapat membantu memulihkan keamanan pelayaran di Hormuz.

Arab Saudi mengatakan mendukung upaya yang bertujuan mencapai perdamaian abadi di wilayah dan dunia.

Reaksi pasar

Indeks Dolar AS (USD) masih berada di bawah tekanan pada hari Rabu, turun 0,17% dalam sehari, diperdagangkan di sekitar 99,15 pada saat berita ini ditulis. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 3,89% di sekitar $99,35 pada saat berita ini ditulis.

Harga Dolar AS Hari Ini

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Dolar AS (USD) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Dolar AS adalah yang terkuat melawan Dolar Kanada.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD -0.10% -0.26% -0.14% 0.00% -0.62% -0.56% -0.17%
EUR 0.10% -0.16% -0.06% 0.10% -0.52% -0.45% -0.07%
GBP 0.26% 0.16% 0.11% 0.26% -0.38% -0.29% 0.09%
JPY 0.14% 0.06% -0.11% 0.15% -0.47% -0.40% -0.01%
CAD -0.00% -0.10% -0.26% -0.15% -0.62% -0.51% -0.17%
AUD 0.62% 0.52% 0.38% 0.47% 0.62% 0.07% 0.44%
NZD 0.56% 0.45% 0.29% 0.40% 0.51% -0.07% 0.38%
CHF 0.17% 0.07% -0.09% 0.01% 0.17% -0.44% -0.38%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Dolar AS dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Yen Jepang, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili USD (dasar)/JPY (pembanding).

Bailey, BoE: Kami Memiliki Gambaran Pelemahan untuk Pertumbuhan

Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, mengatakan bahwa pengetatan pasar keuangan memberi bank sentral waktu untuk menilai apakah akan menaikkan suku bunga atau membiarkannya tetap di posisi saat ini. Bailey menyampaikan komentar tersebut saat berbicara di Komite Keuangan pada hari Rabu
Leia mais Previous

ECB menuju kenaikan suku bunga Juni seiring prospek inflasi memburuk

Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) dapat menaikkan suku bunga pada bulan Juni karena prospek inflasi bergeser ke arah skenario yang lebih merugikan, menurut Reuters yang mengutip sumber yang akrab dengan diskusi tersebut
Leia mais Next