Rupiah Indonesia: BI mengetatkan kebijakan untuk melindungi IDR terhadap Dolar AS – MUFG

Lloyd Chan dari MUFG mencatat bahwa Rupiah Indonesia (IDR) telah didukung oleh pengetatan proaktif dan langkah-langkah Valas Bank Indonesia, tetapi imbal hasil AS yang tinggi dan ketidakpastian kebijakan domestik sedang menguji penyangga ini. Chan memprakirakan Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga menjadi 6,25% pada akhir tahun, memberikan bantalan yang lebih kuat dan memperlambat laju depresiasi Rupiah terhadap Dolar.

Dukungan Rupiah dari Kenaikan BI Lebih Lanjut

"Rupiah telah didukung oleh pengetatan kebijakan proaktif Bank Indonesia baru-baru ini dan langkah-langkah dukungan Valas, tetapi imbal hasil AS yang tinggi dan ketidakpastian kebijakan domestik terkait rencana pengendalian ekspor komoditas pemerintah sedang menguji penyangga ini."

"Selain itu, MSCI telah menunda keputusannya mengenai klasifikasi pasar ekuitas Indonesia hingga November."

"Kami memprakirakan pengetatan BI lebih lanjut menjadi 6,25% pada akhir tahun untuk memberikan bantalan yang lebih kuat bagi rupiah, membantu memperlambat laju depresiasi rupiah terhadap dolar."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)

Prakiraan Harga GBP/USD: Melanjutkan Penurunan setelah Menguji Zona Perincian Segitiga

Pound Inggris (GBP) diperdagangkan turun 0,38% di sekitar 1,3150 terhadap Dolar AS (USD) selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu. Pasangan mata uang GBP/USD menghadapi tekanan jual yang intens karena Dolar AS berkinerja lebih baik akibat taruhan hawkish Federal Reserve (The Fed).
Baca lagi Previous

Dolar Kanada turun seiring ekspektasi pengetatan The Fed dan ketegangan Iran yang memperkuat Dolar AS

USD/CAD diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 1,4230 pada hari Rabu setelah sebelumnya mencapai level tertinggi lebih dari satu tahun di 1,4239
Baca lagi Next