Minyak Brent Turun Karena Output AS Terus Naik
Minyak Brent diperdagangkan pada posisi yang tidak menguntungkan, tepat di bawah moving average 100-hari $64,70 di Asia karena kenaikan terus-menerus produksi minyak mentah AS membuat bulls menjauh.
"Produksi minyak mentah AS melonjak melewati 10 juta barel per hari (bph) pada akhir 2017, menyalip output eksportir utama Arab Saudi", menurut laporan Reuters. Lebih lanjut, International Energy Agency (IEA) sekarang melihat output AS meningkat di atas 11 juta bph pada akhir 2018, mengambil posisi teratas dari Rusia.
Ketika OPEC dan sekutunya hampir mencapai tujuan mereka untuk mengatasi kelimpahan minyak, usaha mereka dapat tergelincir oleh kenaikan tajam pasokan AS. Dengan demikian, harga minyak sempat merasakan tarikan gravitasi sejak kemarin.
Aksi jual dapat mengumpulkan tenaga jika data EIA yang akan dirilis besok menunjukkan kenaikan persediaan minyak di AS.
Level-Level Teknis Brent
Minyak telah menciptakan segitiga simetris pada grafik harian. Penembusan di atas $64,83 (tertinggi sesi Asia) akan menambah kepercayaan pada MA 100-hari yang miring ke atas (bias bullish) dan akan membuka pintu ke $65,70 (tertinggi hari sebelumnya) dan $66,00 (resisten segitiga simetris). Penutupan yang lebih tinggi akan menandakan kelanjutan reli dari terendah Februari $61,61.
Untuk sisi bawah, penutupan di bawah $63,90 (support segitiga simetris) akan menghidupkan kembali sell-off dari tertinggi $70,79 dan akan memungkinkan penurunan yang lebih dalam ke $61,61 (terendah Februari) dan $61,00 (terendah 17 November).