Saham Asia Turun Di Balik Lonjakan Yield Obligasi, Ketegangan Geopolitik

Saham-saham Asia melaporkan penurunan setelah Wall Street mengalami hari terburuknya dalam tiga minggu, berkat kenaikan yield treasury.

Papan skor

  • Nikkei Jepang turun 0,37 persen dan saham di Selandia Baru turun 1,33 persen.
  • Shanghai Composite melaporkan penurunan 0,4 persen.
  • Hang Seng Hong Kong turun hampir 1 persen.
  • Kospi Korea Selatan dan S&P/ASX 200 Australia melaporkan kenaikan moderat.

Nada lemah dapat dikaitkan dengan penghindaran risiko yang tercatat di saham AS. Dow Jones Industrial Average menghentikan kenaikan beruntun empat harinya dan turun 193 poin karena yield Treasury 10-tahun naik ke 3,09 persen, tertinggi sejak 2011, setelah angka penjualan ritel AS yang optimistis mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Fed lebih cepat.

Kospi dalam penawaran beli ringan meski ada laporan bahwa Korea Utara telah menunda pembicaraan dengan Korea Selatan. Lebih lanjut, Korea Utara mengancam akan membatalkan KTT dengan Presiden AS Trump sebagai tanggapan terhadap latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Pembaruan ketegangan di semenanjung Korea bisa menambah tekanan bearish di sekitar ekuitas.

Korea Utara Tidak Akan Pernah Terlibat Dalam Perdagangan Ekonomi Dengan AS Sebagai Ganti Denuklirisasi - KCNA

Korean Central News Agency (KCNA) resmi Korea Utara dengan berita lebih lanjut, mengutip bahwa Korea Utara tidak akan pernah terlibat dalam perdaganga
Mehr darüber lesen Previous

Australia: Pertumbuhan Ketenagakerjaan Kemungkinan Akan Tetap Solid Di April - ANZ

Analis di ANZ menawarkan pendapat mereka perihal laporan pasar tenaga kerja Australia yang akan dipublikasikan Kamis pukul 01:30 GMT. Kutipan Utama:
Mehr darüber lesen Next