Banker Rusian Peringatkan Sanksi Balasan Bisa Menjadi Bumerang - Reuters

Seperti dilaporkan oleh Reuters, kepala bank terbesar Rusia, Sberbank, memperingatkan bahwa undang-undang Rusia yang diusulkan bisa melihat warga sipil Rusia dipenjara karena membantu menegakkan sanksi AS terhadap Rusia. German Gref, eksekutif puncak bank, khawatir undang-undang itu bisa menjadi bumerang atas ekonomi Rusia yang melemah.

Kutipan utama

Rancangan undang-undang tersebut telah membeberkan perpecahan di dalam elit penguasa Rusia tentang bagaimana bereaksi terhadap sanksi terbaru Washington. Para penjahat Pro-Kremlin menginginkan tanggapan yang keras, sementara kaum liberal ekonomi, yang juga bersekutu dengan Kremlin, mengatakan bahwa itu bisa melukai ekonomi yang rapuh.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Gref mengatakan mengkriminalisasi kepatuhan dengan sanksi AS dapat memaksa perusahaan-perusahaan internasional untuk mundur dari Rusia.

"Undang-undang ini... akan memukul semua perusahaan publik sangat keras, belum lagi sektor perbankan," kata Gref. “Ini akan menjadi masalah bagi semua investor asing. Saya khawatir bahwa, dalam pilihan antara berada di bawah sanksi Amerika atau menghapus investasi Rusia mereka, mereka akan memilih opsi kedua.”

Presiden Vladimir Putin mengatakan anggota parlemen pekan lalu mendukung undang-undang itu dipandu oleh "pertimbangan emosional" dan bahwa tanggapan terhadap sanksi AS harus seimbang."

EUR/JPY Merosot Ke 128,00 Karena Risk Aversion Mendorong Yen

EUR/JPY melanjutkan penurunan tajam hari Rabu karena penghindaran risiko mendorong Euro turun lebih rendah terhadap "safe-haven" Yen, dan pasangan ini
了解更多 Previous

Gao, China: China Berharap Bekerja Sama Dengan Jepang dan Korea Selatan Pada Kesepakatan Perdagangan Bebas

Juru bicara kementerian perdagangan Tiongkok, Gao Feng mengatakan pada sebuah taklimat reguler pada hari Kamis, China berharap untuk bekerja sama deng
了解更多 Next