USD/JPY Melihat Sedikit Reaksi Setelah Ringkasan BoJ Tunjukkan Perpecahan Atas Target Yield 10-Thn

Pasangan USD/JPY diperdagangkan sideways di sekitar 113,37 di sesi Asia, setelah mempertahankan support garis tren naik utama untuk kedelapan kalinya dalam 16 hari terakhir kemarin.

Bank of Japan (BoJ) memutuskan bulan lalu untuk memungkinkan yield jangka panjang bergerak dua kali lipat dari kisaran sebelumnya sekitar minus 0,1 persen ke 0,1 persen.

Ringkasan pendapat keputusan suku bunga BoJ minggu lalu yang dirilis hari ini mengungkapkan bahwa salah satu anggota sudah meminta kisaran yield 10-tahun yang lebih lebar (0,25 persen naik atau turun). Kisaran yield jangka panjang yang lebih lebar akan menyediakan lebih banyak ruang bernapas untuk BoJ (pembelian obligasi yang lebih sedikit).

Namun, JPY belum mengambil penawaran beli karena ringkasan juga menunjukkan diskusi tentang apakah BoJ harus meningkatkan stimulus yang sudah besar. Seorang anggota memperingatkan bahwa membiarkan suku bunga jangka panjang naik secara signifikan dapat memperburuk prospek inflasi.

Pesan-pesan yang bertentangan telah membuat USD/JPY bergantung pada diferensial yield. Pada saat penulisan, spread yield obligasi 10-tahun terlihat di 286 basis poin, jauh di bawah tertinggi 2018 di 305 basis poin yang ditetapkan pada bulan Mei.

Kenaikan tajam dalam spread yield bisa menjadi pertanda baik untuk pasangan USD/JPY.

Level-Level Teknis USD/JPY

Resisten: 111,48 (tertinggi hari sebelumnya), 112,15 (tertinggi 1 Agustus), 113,18 (tertinggi baru-baru ini)

Support: 111,30 (support garis tren naik), 110,85 (moving average 50-hari), 109,99 (moving average 200-hari)

Survei: Perusahaan Inggris Berjuang Untuk Melakukan Perekrutan Dengan Brexit, Catat Tingkat Pengangguran Terendah - Reuters

Survei bulanan oleh Recruitment and Employment Confederation (REC) menunjukkan bahwa jumlah orang yang direkrut untuk pekerjaan tetap di Inggris tumbu
Baca selengkapnya Previous

NDRC China Soal Menurunkan Leverage Perusahaan Di 2018

Perencana negara China, National Development and Reform Commission (NDRC) mengeluarkan berita terbaru, melalui Reuters, mengutip: China akan mengguna
Baca selengkapnya Next