Minyak Brent Telah Mundur Dari Tertinggi Satu Minggu

Saat ini, satu barel minyak Brent di $79,31, setelah mencapai tertinggi 7-hari di $79,51 kemarin.

Pullback kemungkinan terkait dengan relative strength index (RSI) intraday yang melaporkan kondisi overbought. Lebih lanjut, Menteri Energi Rusia Novak telah melaporkan bahwa negaranya memiliki potensi untuk meningkatkan output. Akibatnya, harga minyak bisa turun lebih jauh.

Namun, penurunan bisa berumur pendek karena Badai Florence diperkirakan akan menghantam Pantai Timur AS pada hari Jumat, menambah kekhawatiran pasokan terkait dengan membayanginya sanksi pada Iran. Juga, bukti penurunan persediaan AS kemungkinan akan menempatkan penawaran beli di bawah minyak. Misalnya, American Petroleum Institute (API) melaporkan kemarin bahwa persediaan minyak mentah AS turun 8,6 juta barel dalam pekan hingga 7 September ke 395,9 juta barel.

Level-Level Teknis Brent

Resisten: $79,70 (tertinggi minggu sebelumnya), $80,00 (level psikologis)

Support: $79,25 (moving average 10-jam), $78,62 (moving average 20-jam)

Pratinjau ECB: Tidak Ada Perubahan Dalam Pesan Atau Nada Adalah Hasil Yang Paling Mungkin - Barclays

Tim Peneliti Barclays menawarkan sekilas tentang apa yang diharapkan dari keputusan kebijakan moneter European Central Bank (ECB) Kamis yang akan dium
আরও পড়ুন Previous

Novak: Rusia Memiliki Potensi Untuk Tambah 300.000 Barel Per Hari Dalam 12 Bulan

Menteri Energi Rusia Novak kembali diberitakan saat ini, kali ini mengomentari pasokan minyak Rusia. Sorotan Utama: Rusia memiliki potensi untuk men
আরও পড়ুন Next