Rupiah Tekan Dolar, Berusaha ke Level 14.000
USD/IDR kemarin ditutup lebih rendah dari penutupan hari Senin, di 14.050. Setelah mencetak tinggi harian di 14.196,50.
Setelah berusaha menembus level penting di 14.100 pagi ini, namun gagal, Rupiah kembali menekan Dolar, dan sekarang bergerak turun sekitar di 14.040an. Tampak berusaha menuju support di 14.000. USD/IDR sudah melemah sebanyak -0,19% pada saat berita ini ditulis.
Kurs referensi USD/IDR Bank Indonesia pada tanggal 19 Februari berada di 14.119
Fokus hari ini akan tertuju pada rilis berita acara FOMC (pada Kamis pukul 2 dini hari) dari pertemuan terakhir tanggal 29-30 Januari. Namun, para analis di Westpac menjelaskan bahwa ini agak ketinggalan jaman:
"... Yang perlu diperhatikan adalah apakah banyak anggota FOMC yang terdengar cenderung menghapus kenaikan suku bunga lebih lanjut dari prospek 2019 mereka, seperti yang disarankan oleh presiden SF Fed Daly minggu lalu."
Negosiasi kesepakatan perdagangan antara China dan AS masih berlangsung, Reuters melaporkan kemarin, bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He akan berada di Washington pada tanggal 21 dan 22 Februari untuk melanjutkan negosiasi perdagangan. PM China kemungkinan akan bertemu dengan Menteri Keuangan AS Mnuchin dan Trade Representative Lighthizer.
Level Teknis
Pada grafik harian, harga masih berada dalam channel menurun, yang ditarik dari tinggi 1 November 2018 dan 26 Desember 2018, serta rendah 7 November 2018 dan 30 November 2018. Masih terus membentuk higher low dan lower low. Support penting berikutnya terletak di level 14.000, dan harga sedang menuju ke level tersebut. Resistance kuat yang terbentang di 14.100 masih kokoh menahan. RSI 14 menunjukkan pergerakan bearish di bawah batas 50.