Rupiah Terdesak ke 14.329

Rupiah semakin tedesak ke atas  level 14.300, saat berita ini dimuat, Rupiah diperdagangkan di level 14.329.

Di Asia pagi ini, mata uang Yen merupakan yang terkuat melawan Dolar, disusul mata uang Baht dan Peso. Mata Uang terlemah adalah Won, Rupiah kemudian Ringgit.

Setelah hasil upah non-pertanian Jumat malam, yang keluar sebesar 20 ribu, sangat buruk melawan harapan 180 ribu, dan sebelumnya yang direvisi ke 311 ribu. Namun tidak membuat Dolar melemah terhadap Rupiah. Semuanya masih disebabkan perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian perang perdagangan AS-China.

Minggu malam, Fed Powell, dalam wawancara CBS News’ “60 Minutes” mengatakan bahwa, pengaturan suku bunga saat ini "kira-kira netral". Juga mengatakan, “Sabar, berarti bahwa kami tidak merasa terburu-buru untuk mengubah kebijakan suku bunga kami”. “Inflasi mendekati tujuan 2 persen The Fed, dan pengangguran berada pada level terendah sejak 1960-an.”

Level Teknis

Semenjak menembus dan menetap di atas trendline yang ditarik dari tinggi 13 November dan tinggi 27 Desember, USDIDR terus menanjak, menekan Rupiah tanpa ampun ke atas 14.300an. Sekarang, level resistance berikutnya yang harus dihadapi bertengger di 14.350 kemudian 14.400. Sedangkan support berada di level 14.200 dan 14.100.
 

PBOC Tetapkan Kurs Referensi Yuan Pada 6,7202

Bank Rakyat China (PBOC) menetapkan kurs referensi yuan pada 6,7202 vs fix hari sebelumnya dari 6,7235.
Baca lagi Previous

EUR/GBP: Fokus Utama Pada Brexit; Tunggu Volatilitas Senin di Inggris

EUR/GBP akan bergerak seperti menaiki rollercoaster menjelang berita utama Brexit. Namun, kami juga memiliki data Jerman yang akan menjadi fokus utama
Baca lagi Next